Pelatih Barito Putera Jacksen F. Tiago cukup akrab dengan Stadion Maguwoharjo. Dirinya pernah menorehkan catatan bagus saat timnya bermain di stadion yang terletak di Sleman ini. Kini, Jacksen berharap mengulang sukses saat Barito Putera menghadapi PSS Sleman di laga kedua babak 32 Besar Piala Indonesia, Kamis (31/1/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Sabtu, 3 Oktober 2009. Pelatih Jacksen Ferreira Tiago sibuk mengetik pesan di  telepon seluler (ponsel). Malam itu, Persipura Jayapura, tim asuhannya, baru saja tampil sebagai juara Piala Keraton II.

Di final di Stadion Maguwoharjo, Persipura menaklukkan sesama tim Liga Super Indonesia, Persiba Balikpapan dengan skor 1-0. Gol tunggal tim Mutiara Hitam dihasilkan Alberto Goncalves, striker asal Brasil yang kini sudah menjadi warga negara Indonesia.

Saat mengetik di ponselnya, Jacksen berucap, “Saya tengah mengirim kabar ke Brasil tentang keberhasilan tim asuhan saya menjadi juara di turnamen.”

Dia kemudian melanjutkan berbicara setelah selesai mengirim pesan itu. “Di Brasil ada asosiasi pelatih yang memantau pelatih dari negara kami yang meraih prestasi. Apakah itu liga atau turnamen. Jadi, pencapaian Persipura dengan menjadi juara di turnamen Piala Keraton pun tetap harus disampaikan. Ini menjadi catatan kami.”

Saat menyambangi Sleman dengan mengikuti Piala Keraton yang diselenggarakan klub Divisi Utama Pro Duta, Persipura memang menjadi tim unggulan. Mereka berstatus juara bertahan LSI dan hanya bersaing dengan tim-tim DU seperti PSS Sleman, PSIM Yogyakarta, Persiba Bantul dan tuan rumah Pro Duta.

Selanjutnya, Jacksen beberapa kali mengantarkan Persipura berlaga di Maguwoharjo. Termasuk saat menguji kekuatan klub besar asal Brasil, Santos. Dalam laga uji coba melawan Santos U-23, Persipura menang 2-1.

Bersama Barito Putera

Kini, Jacksen kembali ke Sleman. Bersama Barito Putera, mereka menghadapi PSS di laga kedua 32 Besar Piala Indonesia. Di pertandingan yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (31/1/2019) malam ini, Barito Putera harus menang minimal 2-0 untuk membalikkan keadaan sekaligus lolos ke 16 Besar.

Barito harus bekerja ekstrakeras karena pada laga pertama di kandang sendiri, mereka dipaksa menyerah 1-2. Bila ingin menyingkirkan PSS, Evan Dimas dkk butuh kemenangan dua gol tanpa harus kebobolan.

Gelandang Barito Putera Evan Dimas saat menjalani latihan bersama tim menjelang laga melawan PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo, Kamis (31/1/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

Bukan pekerjaan gampang. Jacksen pun pun mengakui tak mudah mengejar defisit gol. “Ini bukan perkara mudah, tetapi kami akan berusaha keras. Kami tetap optimistis meraih hasil terbaik,” kata Jacksen.

Pelatih asal Brasil ini memiliki keyakinan kuat untuk membalikkan keadaan. Pasalnya, tim bakal lebih komplet dibandingkan saat pertemuan pertama. Pemain anyar asal Brasil, Lucas Silva dan Artur Jesus Vieira, sudah bergabung. Mereka siap dimainkan di laga tersebut. Demikian pula penyerang veteran Samsul Arif dan mantan kapten tim nasional, Bayu Pradana.

“Di pertandingan pertama, materi pemain kami belum lengkap. Tim pun lebih banyak berlatih dengan tim Barito U-19. Tetapi itu bukan menjadi alasan. Yang jelas, tim ini sudah berubah saat kembali menghadapi PSS. Kehadiran dua pemain asing menjadikan bakal ada perubahan pada skema tim,” tutur Jacksen.

Meski dalam posisi tertinggal, Jacksen tetap menaruh harapan pada tim. Apalagi dia sudah melakukan evaluasi dari kegagalan tersebut. Pemain juga dalam kondisi bugar.

“Kami tetap yakin meski saat ini posisi PSS memang terdepan. Mereka punya keunggulan karena menang di laga pertama. Tetapi bagi kami tidakada yang mustahil. Kami masih bisa mengejar gol (tandang),” ujar Jacksen menegaskan.