Kejuaraan nasional renang antarsekolah dan perguruan tinggi kembali digelar di Yogyakarta, Sabtu (2/2/2019) dan Minggu (3/2/2019). Ketua panpel pertandingan Ismadi (kedua dari kanan) mengungkapkan peserta Krasnas berasal dari berbagai daerah, termasuk Kalimantan. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Sebuah kejuaraan nasional (krasnas) olahraga renang digelar di Yogyakarta. Menariknya, Krasnas renang itu diikuti sekolah dan perguruan tinggi. Padahal boleh dikatakan minim sekali kejuaraan olahraga dengan peserta dari lembaga pendidikan.

Namun Forum Klub Renang Sleman (FKRS) berupaya menyelenggarakan Krasnas yang diikuti sekolah dari jenjang SD sampai Perguruan Tinggi. Krasnas Renang Antarsekolah dan Perguruan Tinggi digelar di Kolam Renang Akademi Angkatan Udara (AAU) Tirta Kridha, Yogyakarta, Sabtu (2/2/2019) dan Minggu (3/2/2019).

Antusias dari lembaga pendidikan mengikuti kejurnas ternyata sangat tinggi. Ketua panitia pelaksana, Ismadi, menuturkan sekolah yang mendaftarkan siswanya mengikuti Krasnas sudah hampir mencapai 700 peserta. Banyak di antaranya siswa SD dan SMP.

“Tahun lalu, mereka yang mengikuti Krasnas mencapai 712 peserta. Kali ini mungkin bisa melebihi karena pendaftaran belum ditutup.Kami juga masih melayani pendaftaran on the spot atau menjelang pelaksanaan,” tutur Ismadi.

Dilanjutkannya, sekolah yang menjadi peserta berasal dari DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Bali dan bahkan Kalimantan. “Sekolah yang dari Kalimantan justru dari tingkat SD dan SMP. Sekolah antusias mengirim siswanya. Ini tentu hal yang menggembirakan karena siswa yang duduk di bangku SD merupakan usia pembinaan,” kata dia lagi.

Dari jumlah nomor yang diambil peserta, banyak di antara mereka yang akan tampil di beberapa nomor. Menurut Ismadi sudah ada 2950 nomor yang diambil peserta.

“Padahal tahun lalu hanya 2600 nomor peserta. Jadi, ada peserta yang tampil di beberapa nomor. Karena banyaknya peserta yang berlomba, kami harus bisa mengatur jadwal agar tidak sampai malam hari,” ujar Ismadi.

Krasnas renang antarsekolah dan perguruan tinggi merupakan yang kedua kalinya digelar oleh FKRS. Adanya kejuaraan ini setidaknya menjadi oase karena minimnya event olahraga renang antarsekolah. Kejuaraan renang memang lebih banyak digelar untuk klub maupun individu.

“Sebaliknya, kejuaraan antarsekolah memang masih minim. Kami berharap dari sekolah bisa memunculkan atlet bertalenta. Bila tertarik menekuni renang, dia bisa diarahkan untuk masuk klub. Selama ini, sekolah menyediakan kegiatan melalui ekstrakurikuler. Kegiatan itu biasanya dilaksanakan seminggu sekali atau dua kali. Bagi siswa yang menekuni renang biasanya menambah latihan di klub,” katanya.

Sekolah Termotivasi

Dengan adanya Krasnas itu, sekolah bisa makin termotivasi mengembangkan kegiatan olahraga melalui ekstrakurikuler. Begitu pula guru olahraga bisa mengarahkan siswanya yang ingin menekuni cabang olahraga tertentu.

Belakangan memang sudah ada sekolah yang menyediakan pelatih khusus cabang tertentu untuk mengasah talenta siswanya. Sebuah sekolah swasta di Yogyakarta misalnya, memilih merekrut pelatih sepak bola untuk melatih siswa yang mengikuti ekstrakurikuler sepak bola.

Meski merupakan kejurnas antarsekolah dan perguruan tinggi, tetapi lomba renang tidak mempertemukan satu sekolah dengan sekolah lain. Panitia pertandingan tetap memakai patokan Kelompok Umur (KU). Dengan demikian lomba terbagi menjadi KU senior, yaitu kelompok umur bagi perenang mulai 19 tahun ke atas, KU 1 (16-18 tahun), KU 2 (14-15 tahun), KU 3 (12-13), KU 4 (10-11 tahun), dan KU 5 (sembilan tahun ke bawah).

 “Jadi siswa SD bisa berhadapan dengan siswa SMP karena mereka berada di KU yang sama,” kata Agung Purwandono, selaku Ketua Bidang Perwasitan dan Perlombaan PRSI DIY.

Menurut Agung, Krasnas tersebut sudah menjadi kalender PB PRSI. Sebagai kalender tahunan, hasil dari kejurnas akan menjadi database atlet renang, baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Database untuk menentukan peringkat atlet. Bila atlet tidak rutin mengikuti kejuaraan, peringkatnya bisa turun. Ini akan memacu atlet mengikuti kompetisi guna meraih prestasi,” ucapnya. (Ive)