Kejuaraan Nasional (Krasnas) Renang Antarsekolah dan Perguruan Tinggi digelar di Yogyakarta, Sabtu (2/2/2019) dan Minggu (3/2/2019). Di Krasnas, atlet bisa mengikuti beberapa nomor. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Ada alasan tersendiri saat atlet renang mengikuti beberapa nomor di Kejuaraan Nasional (Krasnas) Renang Antarsekolah dan Perguruan Tinggi di Yogyakarta. Mereka ingin mengembangkan kemampuan dan berharap bisa mempertajam pencapaiannya di Krasnas yang dilaksanakan di Kolam Renang Tirta Krida, AAU, Yogyakarta, Sabtu (2/2/2019) dan Minggu (3/2/2019).

Atlet renang asal SMAN 7 Yogyakarta, Michelle Holly Raharjo, misalnya, tampil di nomor 50 meter dan 100 meter gaya dada dan bebas. Selama ini, Holly lebih banyak tampil di cabang renang indah.

“Di Krasnas, saya ingin mencoba kemampuan di nomor lintasan. Saya tampil di beberapa nomor untuk melihat sampai sejauh mana kemampuan saya di lintasan. Apalagi selama ini saya lebih sering tampil di renang indah,” tutur Holly.

Holly menjadi satu-satunya wakil SMAN 7 di Krasnas yang digelar Forum Klub Renang Sleman (FKRS). Tidak adanya ekstrakurikuler renang menjadikan tidak ada siswa yang menekuni cabang olahraga tersebut.

“Di Krasnas, mereka yang berlaga tetap atlet yang berlatih di klub. Tidak semua sekolah memiliki ekstrakurikuler renang karena mungkin lebih mengembangkan cabang lain. Meski demikian, kami tetap berharap sekolah mengembangkan olahraga renang,” kata Ismadi, ketua panitia pelaksana Krasnas.

Kenaikan Pesat

Ismadi menuturkan tak sedikit atlet seperti Holly yang mengikuti beberapa nomor. Ini yang menjadikan nomor peserta di Krasnas mencapai 3000-an. Ini sebuah kenaikan yang pesat meski dari segi jumlah peserta mengalami sedikit penurunan.

Seorang perenang saat tampil di Kejuaraan Nasional Renang Antarsekolah dan Perguruan Tinggi di Yogyakarta, Sabtu (2/2/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

Penurunan kuantitas atlet tidak terlepas dari agenda kejuaraan yang berdekatan. Sebelumnya mereka tampil di kejuaraan renang antarklub di Karanganyar, Solo. Usai Krasnas di Yogyakarta akan digelar Krasnas juga antarsekolah di Cirebon.

“Atlet akan memilih kejuaraan dengan jarak waktu yang tidak pendek. Ini memungkinkan mereka untuk recovery dan mengatur waktu masuk sekolah,” ujarnya.

Ditambahkannya, “Penurunannya memang tak berarti. Tahun lalu diikuti 700-an peserta, kini menjadi 690-an. Tetapi dari nomor peserta meningkat pesat. Ini menjadikan persaingan sangat ketat. Mereka juga ingin mengembangkan kemampuan di nomor-nomor yang diikutinya. Selain itu, mereka berharap menjadi yang terbaik. Untuk menjadi yang terbaik harus meraih banyak medali.”

“Atlet renang sudah memiliki spesialisasi, tetapi mereka juga ingin mengembangkan kemampuan di nomor yang lain. Keinginan untuk menjadi yang terbaik membuat mereka tetap akan berlomba secara maksimal di nomor-nomor yang diikutinya,” ucap Ismadi.

Dari para peserta, banyak di antara mereka yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Mereka tidak hanya berasal dari DI Yogyakarta maupun Jawa Tengah, tetapi juga dari Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Sedangkan atlet dari perguruan tinggi di antaranya UGM, UNY, Undip, UPN Veteran, dan UKDW. (Ive)