PSIM Yogyakarta belum melakukan persiapan menghadapi kompetisi Liga 2 karena masih menunggu negosiasi dengan investor. PSIM pun belum menetapkan pelatih dan merekrut pemain. Tampak pemain PSIM di sebuah pertandingan liga musim lalu. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Belum ada persiapan yang dilakukan PSIM Yogyakarta untuk menghadapi kompetisi Liga 2. PSIM memang belum melakukan pergerakan karena masih melakukan negosiasi dengan investor.

Pasalnya investor itu yang bakal membiayai kebutuhan klub mengarungi Liga 2. Hanya investor tersebut juga menargetkan PSIM harus promosi ke Liga 1.

“Kami masih melakukan negosiasi secara intensif dengan investor. Bila tercapai kesepakatan tentu ada syarat-syarat yang diajukan kedua belah pihak. Dari pihak investor yang pasti menargetkan PSIM promosi ke Liga 1. Demikian pula ada empat syarat utama yang kami ajukan,” kata Jarot Sri Kastawa, Sekretaris PSIM.

Menurut dia syarat yang diajukan oleh PSIM di antaranya, nama klub tidak berubah, home base tetap di Yogyakarta dan jersey tetap harus identik dengan warna biru. Selain itu investor juga siap melakukan pembinaan usia muda.

“Pertemuan terus dilakukan dan kami berharap di bulan Februari ini sudah tercapai kesepakatan. Bila belum ada deal, kami belum bisa bergerak. Termasuk menetapkan pelatih dan merekrut pemain. Bisa jadi pelatih dan pemain yang disodorkan justru tidak disetujui investor karena mereka punya pilihan lain. Jadi semua masih menunggu,” katanya.

Musim lalu, PSIM yang ditangani Bona Simanjuntak mampu bertahan di Liga 2 setelah mengakhiri kompetisi dengan menduduki peringkat tujuh. Pencapaian itu termasuk di luar prediksi mengingat Laskar Mataram mengawali kompetisi dengan minus sembilan poin. Saat itu, PSIM sudah dibayangi ancaman degradasi. Ternyata, mereka mampu memenuhi target terlepas dari zona degradasi.

PSIM disanksi gara-gara telat melunasi gaji tiga pemain Belanda yang belum dibayarkan. Saat itu di kompetisi Divisi Utama musim 2011-2012, klub-klub masih diizinkan memakai pemain asing. PSIM kemudian merekrut trio Belanda, Emile Linkers, Kristian Adelmund, dan Lorenzo Rimkus.

Selesai kompetisi, gaji mereka belum terbayarkan. Meski merupakan kasus lama, namun tiga pemain itu kemudian mengadukannya ke FIFA. Hasilnya, FIFA memutuskan PSIM harus membayar gaji mereka.

Bila sampai batas waktu yang ditetapkan belum dilunasi, FIFA menjatuhkan sanksi pemotongan poin. Meski akhirnya dibayarkan, tetapi pelunasan itu mengalami keterlambatan sehingga PSIM memulai kompetisi Liga 2 2018 dengan minus sembilan poin. PSIM sendiri melunasinya dengan mengambil dari dana subsidi yang disediakan PT Liga Indonesia Baru bagi klub peserta Liga 2.

Artikulli paraprakFinal Four di Kediri, Ini Yang Dikatakan Direktur Proliga
Artikulli tjetërPutri Pertamina Energi Awali Final Four Dengan Kemenangan