Persis Solo akan bolak balik Solo-Yogyakarta saat melakoni laga kandang di kompetisi Liga 2. Persis akan memakai Stadion Maguwoharjo, Sleman, untuk laga home. Meski bermain di Sleman, namun mereka tetap bermarkas di Solo. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.IDPersis Solo tak ubahnya kereta Prambanan Ekspres (Prameks) saat menjalani kompetisi Liga 2 2019. Mereka akan bolak-balik Solo-Yogyakarta. Begitu pula sebaliknya usai pertandingan kandang mereka di liga.

Ya, Persis memindahkan laga kandang ke Sleman. Karena Stadion Manahan yang selama ini digunakan sebagai laga kandang tak bisa digunakan, mereka memutuskan memakai Stadion Maguwoharjo, Sleman. Manahan belum bisa dipakai karena masih direnovasi.

Maguwoharjo sendiri merupakan kandang PSS Sleman yang musim ini promosi ke Liga 1. Stadion itu akan menjadi kandang Persis untuk sementara waktu setelah melalui berbagai pertimbangan kedekatan dengan Kota Solo dan kapasitasnya yang cukup besar sehingga bisa menampung suporter Laskar Sambernyawa.

Hanya, pindah ke Maguwoharjo bukan berarti Persis bermarkas di Sleman. Mereka memilih tetap bertahan di Solo.

“Jarak Solo ke Sleman tidak terlalu jauh. Paling hanya dua jam perjalanan. Jadi saat pertandingan kami bisa berangkat dari Solo. Begitu pula selesai pertandingan kami kembali Solo. Tim tidak perlu mengambil mes di Sleman. Kami tetap di Solo saja,” kata Sekretaris Jenderal Persis, Dedi M. Lawe.

Stadion Maguwoharjo, Sleman, akan menjadi tempat laga kandang Persis Solo saat mengarungi kompetisi Liga 2 2019. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

Menurutnya Persis akan menindaklanjuti proses peminjaman Maguwoharjo. Peluang untuk menggunakan stadion tersebut memang sangat terbuka karena Bupati Sleman sudah memberikan lampu hijau. Selain itu, PSS sudah berkompetisi di Liga 1. Berbeda dengan Persis yang bermain di Liga 2.

“Stadion bisa digunakan dua tim dari liga yang berbeda. PSS bermain di Liga 1 dan Persis di Liga 2. Kami juga akan mengikuti aturan atau ketetapan yang berlaku. Informasinya, stadion akan disewa oleh PT yang menaungi PSS. Itu memang internal mereka, tetapi kami tetap mengikuti aturan dan prosedur dari mereka,” ujarnya.

Persis juga berharap pertandingan di Sleman bisa dilaksanakan pada malam hari. Bermain di malam hari atau pukul 19.00 WIB memang mempengaruhi kehadiran suporter di stadion. Persoalannya tak mudah mendapatkan izin dari pihak keamanan untuk menggelar pertandingan di malam hari. PSS pun akhirnya jarang bisa melaksanakan pertandingan di malam hari.

“Kami berharap pertandingan di Sleman bisa digelar di malam hari pada pukul 19.00 WIB. Hanya, kami tetap mengikuti ketetapan yang berlaku,” kata Dedi lagi.

Persis sesungguhnya memiliki beberapa alternatif untuk penggunaan stadion saat bermain di liga. Misalnya Stadion Wilis, Madiun, yang pernah digunakan Persis di musim lalu saat harus memindahkan laga kandang. Selain itu, stadion di Magelang dan Klaten menjadi pilihan sebelum akhirnya menetapkan Maguwoharjo.