Bethania de la Cruz (Jakarta Pertamina Energi) melepaskan smes saat melawan Bandung Bank bjb Pakuan di final four kompetisi bola voli Proliga 2019 di GOR Joyoboyo, Kediri, Minggu (10/2/2019). Pertamina Energi sukses mengalahkan Bank bjb Pakuan. (foto: istimewa)

OLENAS.ID – Sapu bersih dilakukan juara bertahan putri Jakarta Pertamina Energi. Di laga pamungkasnya di final four putaran pertama di GOR Joyoboyo, Kediri, Minggu (10/2/2019), Pertamina Energi menaklukkan Bandung Bank bjb Pakuan 3-0 (25-17, 25-16, 25-19).

Sukses itu menjadikan Pertamina Energi menduduki puncak klasemen final four. Mereka meraih poin sembilan setelah memenangi tiga pertandingan di Kediri. Dari tiga pertandingan itu, Bethania de la Cruz dkk tak pernah kehilangan satu set pun.

Performa gemilang itu menjadikan Pertamina Energi tetap menjadi favorit kuat mempertahankan gelar juara. Namun pelatih Muhammad Anshori tak jemawa. Menurutnya tim tetap harus fokus karena masih menyelesaikan final four kedua di Malang sebelum melangkah ke Yogyakarta untuk mempertahankan gelar juara di grand final.

“Peluang kami menuju grand final semakin terbuka lebar setelah berhasil melakukan sapu bersih di Kediri. Tetapi kam tidak boleh sombong dan jemawa. Masih ada final four di Malang. Jangan sampai kami tergelincir. Bila sampai gagal di Malang, kami tidak akan bisa ke grand final,” ujar M. Anshori.

Menghadapi final four kedua, M. Anshori tetap akan melakukan pembenahan. Terutama pada kekompakan tim. Mereka juga harus tetap fokus menuntaskan misi di Malang.

“Kami harus tetap fokus dan akan menurunkan tim terbaik di Malang. Saya juga akan melakukan perbaikan, terutama pada kekompakan tim. Target kami tentu melakukan sapu bersih lagi di Malang,” ujarnya.

Jakarta Pertamina Energi mengalahkan Bandung Bank bjb Pakuan di final four pertama di GOR Joyoboyo, Kediri, Minggu (10/2/2019). (foto: istimewa)

Bila Pertamina Energi sukses menyapu bersih tiga laga, sebaliknya Bank bjb Pakuan tiga kali menelan kekalahan. Akibatnya, mereka terdampar di dasar klasemen. Dengan posisi paling bawah, Bank bjb Pakuan kian sulit membuka peluang masuk grand final.

Asisten Manager Bank bjb Pakuan, Adik Rega Pahla mengatakan penampilan tim sesungguhnya sudah lebih baik dibandingkan saat melawan BNI 46. Namun kelelahan yang dialami pemain mengakibatkan penampilan mereka tak konsisten.

“Pencapaian kami di Kediri memang mengecewakan. Kami sesungguhnya menargetkan dua kemenangan di final four pertama ini. Namun semuanya meleset. Masih ada final four kedua di Malang. Saya berharap kami bisa meraih hasil lebih baik,” ujar Adik Rega.

Diakuinya tak mudah untuk menembus dua Besar sebelum grand final. Demi membuka peluang, Bank bjb Pakuan harus memenangkan semua pertandingan.

“Meski sulit (ke grand final) tetapi tidak ada yang tidak mungkin. Saya yakinkan pada pemain kalau kami masih bisa bersaing. Target kami di Malang adalah memenangkan tiga pertandingan. Jadi, ini kesempatan mereka menunjukkan kualitas terbaiknya,” tandas dia. (Ive)