Tim putri BNI 46 membuka peluang untuk bersaing menuju grand final Proliga 2019 setelah meraih kemenangan pertama di final four di GOR Joyoboyo, Kediri, Sabtu (9/2/2019). Di laga itu, BNI 46 mengalahkan Bandung Bank bjb Pakuan 3-0. (foto: istimewa)

OLENAS.ID – Kalah telak di laga pertama, Jakarta BNI 46 mampu bangkit. Pada laga kedua final four putaran pertama di GOR Joyoboyo, Kediri, Sabtu (9//2019), mereka akhirnya meraih kemenangan. Meski harus bekerja keras, BNI 46 sukses membungkam Bandung Bank bjb Pakuan 3-0 (25-15, 27-25, 25-23).

Kemenangan yang sangat berarti karena menjaga peluang BNI 46 untuk masuk grand final. Persaingan menuju Yogyakarta yang menjadi tempat laga grand final itu bakal kembali ketat.

Pelatih BNI 46, Risco Herlambang mengakui tak mudah meraih kemenangan di final four. Menurutnya empat tim yang berlaga di final four itu memiliki kekuatan merata.

“Di final four saya belum pernah mengatakan tim A,B atau C itu bagus atau kurang. Semua tim sama kuat. Yang penting siap mental dan fisik. Faktor fisik mungkin jadi problem bagi Bank bjb Pakuan karena mereka harus bermain lima set di pertandingan pertama. Tetapi saya tidak tahu apakah mereka kelelahan. Yang jelas, kami bisa meraih kemenangan dan ini menjadi modal untuk laga terakhir di Kediri,” ujar Risco.

Risco akan melakukan banyak perbaikan karena laga terakhir tidak kalah krusial. Apalagi, tim masih sering membuat kesalahan sendiri.

“Kami melakukan banyak kesalahan sendiri yang mengakibatkan selalu tertinggal di awal. Ini yang harus diperbaiki. Kemenangan ini menjadi modal bagi kami menghadapi laga terakhir,” katanya.

BNI 46 akan menghadapi Jakarta PGN Popsivo Polwan, Minggu (10/2/2019). Menurutnya tim yang memiliki kesiapan fisik yang akan memenangkan pertandingan.

Pelatih Bank bjb Pakuan, Teddy Hidayat mengakui pemainnya melakukan lebih banyak kesalahan yang mengakibatkan mereka mengalami tekanan. Buntutnya pemain kehilangan konsentrasi. Bahkan receive pemain sangat buruk.

“Saya tidak tahu apa yang terjadi pada pemain. Saat menyerang, kami selalu gagal. Sedangkan lawan bermain bagus. Banyak poin yang seharusnya diraih malah hilang karena kesalahan sendiri. Saya hanya berharap tim bermain lepas saja di laga terakhir,” kata Teddy.

Artikulli paraprakSeperti Prameks, Tim Ini Akan PP Solo-Yogyakarta
Artikulli tjetërEks Timnas Montenegro Merapat ke PSS Sleman?