Jakarta PGN Popsivo Polwan mengalahkan Jakarta BNI 46 dengan skor 3-1 pada pertandingan terakhir final four Proliga 2019 di GOR Joyoboyo, Kediri, Minggu (10/2/2019). (foto: istimewa)

OLENAS.ID – Gambaran grand final Proliga 2019 di bagian putri mulai bisa diraba. Tim putri Jakarta PGN Popsivo Polwan membayangi pimpinan klasemen Jakarta Pertamina Energi. Kemenangan kedua yang diraih Popsivo Polwan di final four putaran pertama setelah mengalahkan Jakarta BNI 46 menjadikan mereka menduduki peringkat dua.

Pada laga pamungkas final four di GOR Joyoboyo, Kediri, Minggu (10/2/2019), Popsivo mengatasi perlawanan BNI 46 dengan skor 3-1 (25-23, 22-25, 27-25, 25-21). Kemenangan itu menjadikan mereka menggeser BNI 46 dari posisi dua.

Perebutan posisi kedua itu yang menjadikan pertandingan berjalan ketat. Kedua tim saling mengejar poin di setiap set. Popsivo Polwan unggul dulu di set pertama 25-23. Namun, BNI 46 mampu bangkit dan merebut set kedua dengan kemenangan 25-22.

Memasuki set ketiga, pertandingan sempat terhenti selama satu jam tujuh menit karena ada kebocoran akibat hujan deras. Saat pertandingan dilanjutkan lagi, BNI 46 tak mampu menghentikan laju Popsivo. Meski masih saling mengejar poin, Popsivo Polwan yang keluar sebagai pemenang.

Kini, Popsivo Polwan berpeluang lolos ke grand final. Hanya, mereka tetap harus berhitung karena masih ada final four kedua di Malang. Pasalnya BNI 46 maupun Bandung Bank bjb Pakuan masih bisa merebut posisi Popsivo.

Pelatih Popsivo Polwan Chamnan Dokmai sudah menyiapkan strategi demi mengamankan posisi kedua. Dari tiga laga yang dilakoni di Malang, Dokmai mengincar dua kemenangan melawan Bank bjb Pakuan dan BNI 46. Sedangkan pertandingan terakhir melawan Pertamina Energi tidak diperhitungkan lagi bila target dua kemenangan itu bisa diraih.

“Jadwal di Malang tidak merugikan kami. Demi lolos ke grand final, kami tak perlu bergantung pada tim lain. Bila mampu mengambil pertandingan melawan Bank bjb Pakuan dan BNI 46, kami akan menduduki peringkat dua,” ujar Dokmai.

Pelatih BNI 46 Risco Herlambang mengatakan performa tim sesungguhnya kian menanjak saat memasuki set ketiga. Kemenangan di set sebelumnya membuat kepercayaan diri pemain kian tinggi. Sayangnya, pertandingan terpaksa dihentikan. Meski demikian, dia tak ingin menjadikan situasi itu sebagai alasan atas kekalahan timnya.

“Dan, di set keempat kami hanya kurang beruntung saja. Tim BNI 46 memang bukan tipikal power. Kami mengandalkan receive yang bagus. Bila penerimaan bolanya bagus, maka kami bisa optimal,” kata Risco.

Menurutnya BNI 46 tetap berpeluang masuk grand final. Hanya dia mengakui bila langkah timnya yang saat ini berada di peringkat tiga terhitung berat.

“Langkah kami memang cukup berat karena harus memenangkan semua pertandingan di Malang. Namun kami tetap optimistis. Masih ada persiapan dan perbaikan yang perlu dilakukan untuk menghadapi final four kedua ini,” ucapnya. (Ive)

Artikulli paraprakEnergi Belum Habis, Pertamina Tak Terbendung
Artikulli tjetërHarapan Samator ke Grand Final Kembali Terbuka