Tim putra Jakarta BNI 46 sukses menyapu bersih tiga laga setelah mengalahkan Palembang Bank SumselBabel 3-2 pada final four pertama kompetisi bola voli Proliga 2019 di GOR Joyoboyo, Kediri, Minggu (10/2/2019). (foto: istimewa)

OLENAS.ID – Tim putra Jakarta BNI 46 makin dekat melangkah ke Yogyakarta. Pada final four putaran pertama kompetisi bola voli Proliga 2019 di Kediri, BNI 46 sukses meraup tiga kemenangan. Pencapaian itu mengantarkan BNI 46 menduduki puncak klasemen.

Pada laga terakhir di GOR Joyoboyo, Minggu (10/2/2019), BNI 46 menaklukkan Palembang Bank SumselBabel 3-2 (15-25, 25-23, 31-29, 15-25, 16-14). Duel itu tak ubahnya merupakan penentuan penguasa klasemen. Pasalnya kedua tim sama-sama tak terkalahkan pada dua laga sebelumnya.

Namun BNI 46 lebih beruntung pada set penentuan. Meski kembali terjadi saling kejar poin di set kelima, BNI 46 yang akhirnya menang 16-14.

Pelatih BNI 46 Samsul Jais mengungkapkan kepuasannya atas keberhasilan tim menyapu bersih tiga laga di Kediri. Menurutnya kemenangan terakhir atas Bank SumbelBabel kuat menguatkan kepercayaan diri pemain menghadapi final four kedua di Malang.

“Kemenangan 3-2 lebih bersifat psikologis. Pemain menunjukkan mental yang bagus. Sedangkan fisik yang menjadi penentu. Bila fisik bagus, mental akan naik. Tetapi kalau fisik tidak bagus, pemain akan emosional. Harus diakui ini final four yang berat karena kami bertanding tiga hari berturut-turut,” kata Samsul Jais.

Menurutnya dengan tiga kemenangan yang diraih BNI 46, peluang lolos ke grand final menjadi sangat terbuka. Meski demikian, BNI 46 harus mengamankan tiket itu pada final four kedua di Malang.

“Di Malang, kami akan melangkah demi selangkah. Tentu kami ingin menang di setiap pertandingan agar bisa lolos ke Yogyakarta. Namun paling tidak dengan tiga kemenangan ini peluang kami ke grand final menjadi terbuka,” ujarnya.

Sementara pelatih Bank SumselBabel Pascal Wilmar tetap puas dengan perjuangan pemain asuhannya. Menurut dia pemenang laga itu ditentukan sepenuhnya oleh kekuatan mental bertanding.

“Siapa yang punya mental yang menang. Kami sudah berusaha. Meski akhirnya kalah, kami hanya kalah tipis. Apalagi kami sudah berjuang keras dan masih bisa mendapat satu poin,” kata Pascal.

“Kami sesungguhnya sudah memenuhi target, yaitu meraih dua kemenangan di Kediri. Selanjutnya, kami membidik dua kemenangan lagi di Malang. Tetapi bila memungkinan meraih tiga kemenangan, kenapa tidak,” ujarnya lagi. (Ive)

Artikulli paraprakHarapan Samator ke Grand Final Kembali Terbuka
Artikulli tjetërPSIM Yogyakarta Belum Bersiap, Ini Harapan Brajamusti