Mantan manajer PSS Sleman Sismantoro memastikan dirinya Tidak tahu-menahu soal pengaturan skor di pertandingan Liga 2. Termasuk saat PSS melawan Madura FC. Hal itu disampaikannya di hadapan Satgas Antimafia Bola yang memanggilnya pada Rabu (13/2/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Laga PSS Sleman melawan Madura FC masih menjadi target Satgas Antimafia Bola. Rabu (13/2/2019), mantan manajer PSS, Sismantoro, memenuhi panggilan Satgas di Mabes Polri.

Pemanggilan Sismantoro sebagai saksi terkait kasus dugaan pengaturan skor pertandingan PSS melawan Madura FC. Selain Sismantoro, SatgasAntimafia Bola memanggil pelatih PSS Seto Nurdiantara dan mantan anggota Exco PSSI, Hidayat.

Dalam pemanggilan itu, Sismantoro dipertemukan langsung dengan Hidayat. Sebaliknya, Seto dimintai keterangan secara terpisah. Menurut Sismantoro, pertanyaan dari penyidik masih seputar pertandingan tersebut. Termasuk hubungannya dengan Hidayat.

“Pertanyaan masih seputar pertandingan melawan Madura FC. Saya juga dipertemukan dengan Hidayat. Dia ditanya apakah mengenal manajer PSS atau tidak? Dia bilang tidak kenal,” ujar Sismantoro.

PSS masuk radar Satgas Antimafia setelah klub itu disebut oleh Vigit Waluyo usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jawa Timur,Kamis (24/2/2019) silam. Saat itu, Vigit membeberkan bila dirinya membantu PSS memenangkan sejumlah pertandingan di Liga 2 2018. Selain PSS, dia mengaku membantu Kalteng Putra dan PS Mojokerto Putra.

Pertandingan PSS melawan Madura FC di babak 8 Besar di Stadion Maguwoharjo memang menjadi sorotan. Di laga itu, PSS menang 1-0.

Namun satu-satunya gol itu dinilai menjadi kontroversi karena pemain PSS dalam posisi offside sebelum melepaskan bola silang. Dan, bola tersebut yang hendak dibuang pemain Madura FC lewat sundulan justru meluncur ke gawang sendiri.

Sismantoro sendiri tegaskan tidak pernah menjalin komunikasi dengan sosok Vigit maupun Hidayat. Apalagi, dia memang belum lama berkiprah di kancah pesepakbolaan tanah air.Sismantoro menuturkan selama ini tidak memahami alur pengaturan skor di sepakbola. Bahkan, ia baru mengetahui kalau hasil pertandingan bisa diatur sedemikian rupa.

“Yang jelas saya mendukung langkah Satgas Antimafia Bola. Dalam arti kalau sepak bola mau maju ya harus dimulai sekarang ini. Saya mendukung sekali langkah ini, Kalau saya seperti ini dalam arti sudah lama dan mengakar, saya justru mendorong untuk dibuka semua,” ujar Sismantoro.

Artikulli paraprakPSS Sleman di Piala Indonesia, Masih Minus Asing Yang Tak Kunjung Datang
Artikulli tjetërJadwal Piala Indonesia Berubah, Ternyata Pelatih Persib Tak Kaget