PSS Sleman kembali mengandalkan Haris Tuharea dkk saat berlaga di Piala Indonesia. PSS melakoni laga tandang di leg pertama 16 Besar melawan Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Jumat (15/2/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Belum ada satu pun pemain asing yang masuk skuat PSS Sleman. Striker Silvio Escobar Benitez yang diharapkan segera nongol di Sleman, ternyata memilih bermain untuk Perseru Serui di Piala Indonesia, tim yang diperkuatnya di Liga 1. Hanya, Escobar memilih membela Perseru sekaligus mengurus surat keluar.

Sementara yang lain juga belum terlihat menjalani latihan bersama tim. Striker asal Polandia, Piotr Grzelczak, sempat disebut-sebut bakal datang untuk trial. Barangkali yang agak membingungkan apakah pemain ini jauh-jauh datang dari Polandia hanya untuk trial? Bagaimana bila tidak sesuai ekspetasi? Apakah dia kemudian dipulangkan ke negaranya?

Tak mudah memang bila mengharapkan pemain asing yang baru pertama kali bermain di Indonesia. Pelatih lokal tidak akan tahu kiprah pemain di musim-musim sebelumnya.

Apalagi  klub memang tidak punya tim scouting yang memantau pemain asing. Tidak ada pilihan selain bergantung pada sang agen untuk mendapatkan pemain. Dan tentu saja, sang agen bakal mempromosikan kliennya sebaik mungkin.

Saat melakoni babak 16 Besar Piala Indonesia melawan Borneo FC, PSS tetap minus pemain asing. Di laga pertama ini, PSS bermain di kandang Borneo di Stadion Segiri, Samarinda, Jumat (15/2/2019).

PSS pun kembali bertumpu pada pemain lokal yang sebagian di antaranya masih bermain di Liga 2 di musim lalu. Meski demikian, Laskar Elang Jawa tetap optimistis menghadapi laga tersebut. Modal untuk tetap yakin bisa mencuri poin di kandang lawan tak lain, skuat muda yang rata-rata punya kecepatan.

“Borneo FC tim yang bagus dan memiliki banyak pemain top. Saya sudah tahu kualitasnya. Tetapi kami akan bermain tanpa beban. Kami akan nothing to lose. Kami diperkuat banyak pemain muda yang mengandalkan kecepatan,” ujar asisten pelatih Asep Ardiansyah.

Meski minus pemain asing, laga melawan sesama tim Liga 1 kembali menjadi pembelajaran bagi PSS yang baru promosi ke kasta tertinggi. Pelatih Seto Nurdiantara pun berharap timnya lebih sering bertemu tim-tim Liga 1 di Piala Indonesia.

Di babak sebelumnya, Haris Tuharea dkk bertemu tim Liga 1 lainnya, Barito Putera. Hasilnya mereka menang 2-1 di kandang Barito dan bermain imbang 3-3 di kandang sendiri.

“Kami banyak belajar saat melawan Barito Putera. Saat itu kami kalah penguasaan bola atau ball possession. Jadi kami berharap tim memiliki penguasaan bola yang bagus. Bahkan kami ingin unggul penguasaan bola meski bermain di kandang lawan,” kata Asep lagi.

Ya, meski bermodalkan 15 pemain lokal, PSS tetap berharap memetik hasil positif. Atau setidaknya menjadi pembelajaran sebelum memasuki arena Liga 1.

Artikulli paraprakAyo, Dukung Skuat Garuda Muda U-22 Pilihan Indra Sjafri
Artikulli tjetërDi Hadapan Satgas Antimafia, Ini Yang Dikatakan Eks Manajer PSS