Brajamusti, kelompok suporter PSIM Yogyakarta, menggelar aksi donor darah saat memperingati hari jadi ke-16. Donor darah dilakukan di Wisma PSSI, Yogyakarta, Jumat (15/2/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Aksi kemanusiaan donor darah dari Brajamusti, salah satu suporter klub Liga 2 PSIM Yogyakarta saat memperingati hari jadinya ke-16. Aksi kemanusiaan ini dilaksanakan di Wisma PSSI pada Jumat (15/2/2019). Bertepatan dengan hari jadi Brajamusti yang lahir pada 15 Februari 2003.

Perayaan ulang tahun ini dilakukan tanpa kemeriahan. Tidak ada pentas hiburan berupa musik atau apa pun. Sekretaris Jenderal Brajamusti Niko Anggari Wibowo menuturkan bila suporter hanya ingn merasakan keguyuban di antara mereka dan suporter. Ini yang menjadikan ultah Brajamusti bertemakan ‘Brajamusti Guyub’.

“Melalui tema ‘Brajamusti Guyub’ di ultah tahun ini, suporter ingin menjalin kedekatan dengan masyarakat. Karena itu acara donor darah tidak hanya melibatkan suporter tetapi juga masyarakat,” tutur Niko.

Dijelaskan oleh Niko, “Selama ini peringatan ultah biasanya diisi acara hiburan. Ada pentas musik. Tetapi tahun ini kami memang ingin merayakannya secara sederhana. Kami ingin berbuat yang memberi manfaat bagi masyarakat, yaitu kegiatan donor darah. Kami senang karena masyarakat juga antusias untuk melakukan donor.”

Brajamusti, suporter PSIM Yogyakarta, melakukan aksi donor darah saat memperingati hari jadi ke-16 di Wisma PSSI, Yogyakarta, Jumat (15/2/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

Kegiatan donor dilakukan pada siang hari sampai sore. Tak sedikit suporter dan masyarakat yang menyumbangkan darahnya untuk menolong sesama.

Keguyuban suporter dan masyarakat diharapkan juga terwujud dalam hubungan suporter dengan manajemen, pengurus dan pemain PSIM. Menurut Niko bila ada kesatuan dan kekompakan di antara mereka, maka dia yakin PSIM akan promosi ke Liga 1.

“Kami ingin ada kekompakan di antara suporter, manajemen, pengurus dan pemain. Bila semua kompak, saya yakin PSIM bisa promosi. Bukan berarti di tahun-tahun sebelumnya tidak kompak, tetapi saya berharap semua elemen ini bisa lebih kompak,” kata Niko.

Selain aksi donor darah, Brajamusti juga menggelar turnamen futsal antarlaskar. Menurut Niko saat ini ada 300 laskar Brajamusti. Namun turnamen hanya dibatasi 32 tim saja.

Sekretaris Jenderal Brajamusti, Niko Anggari Wibowo saat menyerahkan kue ulang tahun Brajamusti kepada sesepuh suporter, Latief. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

Rencananya, turnamen futsal dilaksanakan di arena Tifosi Futsal, Minggu (24/2/2019). Untuk pendaftaran, tim peserta ditarik biaya sebesar Rp200 ribu. Pendaftaran pesrta sudah dibuka sampai pada hari H atau tepatnya pukul 08.00 WIB sebelum dimulainya turnamen.

“Turnamen berlangsung selama sehari penuh. Dari pagi sampai malam. Banyak laskar yang tertarik ikut turnamen ini. Meski ada hadiah uang bagi juara, tetapi bukan itu yang diharapkan. Terpenting ada keguyuban di antara suporter,” kata Fandi Budiawan, Menko III Brajamusti.

Artikulli paraprakBorneo FC vs PSS Sleman, Pertemuan Sang Mantan
Artikulli tjetërMain Pertama, Tim Putra Ini Langsung ke Grand Final