Waspada dengan kabar bohong yang beredar seperti tiket pertandingan grand final yang sudah habis. Padahal itu hoaks. Pertandingan Jakarta Pertamina Energi di final four.

OLENAS.ID – Tim putri Jakarta Pertamina Energi kembali ke Yogyakarta. Ya, juara bertahan ini menuju Yogyakarta setelah lolos ke grand final Proliga 2019. Pada laga pertama final four kedua di GOR Ken Arok, Malang, Jumat (15/2/2019) malam, Pertamina Energi menghabisi Jakarta BNI 46 dengan skor 3-1 (25-16, 25-15, 23-25, 25-10).

Kemenangan itu menjadikan Pertamina Energi tak terbendung. Mereka tak menemui hambatan berarti untuk meraup empat kemenangan di final four. Saat berlaga di final four pertama di Kediri, tim asuhan Muhammad Anshori menyapu bersih tiga laga.

Dan, satu kemenangan saja atas BNI 46 sudah meloloskan mereka ke Yogyakarta untuk mempertahankan gelar. Di tempat sama di tahun lalu, Pertamina Energi tampil sebagai juara setelah mengalahkan Bandung Bank bjb Pakuan dengan skor telak 3-0 (25-20, 25-18, 25-17).

Sukses itu menjadikan Pertamina Energi mampu ke final selama empat kali dari lima terakhir gelaran Proliga. Di tahun 2015, mereka gagal masuk final dan hanya menembus semifinal yang kemudian mengakhiri kompetisi dengan menduduki peringkat tiga.

Pertamina Energi pula yang menghentikan dominasi Jakarta Elektrik PLN. Sebelumnya Elektrik PLN tiga kali menjadi juara tahun 2015, 2016 dan 2017. Di tahun berikutnya, giliran Pertamina Energi yang tampil sebagai juara.

Peluang mempertahankan gelar juara sangat terbuka bila Pertamina Energi menjaga konsistensinya. Di Malang, mereka bisa tampil konsisten. BNI 46 tak mampu membendung laju rivalnya. Meski sempat merebut set ketiga melalui perlawanan ketat, namun BNI 46 akhirnya gagal memenangkan set keempat.

Tim putri Jakarta Pertamina Energi mengatasi perlawanan Jakarta BNI 46 di final four putaran kedua di GOR Ken Arok, Malang, Jumat (15/2/2019) malam. (foto: istimewa)

Pelatih M. Anshori mengakui penampilan tim mengalami penurunan di set ketiga. Meski demikian, pemain secara keseluruhan bisa menikmati permainan.

“Kami bisa tampil enjoy. Hanya di set ketiga kami mengalami penurunan. Pemain merasa terlalu percaya diri karena menang mudah di dua set pertama. Namun kami langsung bangkit dan merebut set keempat,” kata Anshori yang berharap tim bermain lepas di grand final.

Meski sudah lolos, Anshori tetap menurunkan tim terbaik di dua pertandingan terakhir. Menurut dia ini dilakukan untuk menjaga kondisi pemain sebelum berlaga di grand final.

“Kami tetap akan fight. Tidak hanyaa untuk menjaga performa tim tetapi juga memberi hiburan kepada penonton. Pemain asing senang bila tampil untuk menghibur penonton. Selain itu ada bonus untuk pemain,” ujarnya.

Pelatih BNI 46, Risco Herlambang mengaku tim bermain tidak sesuai harapan. Meski demikian, dia berharap masih bisa mengamankan peluang lolos ke grand final.

“Kami bermain tidak sesuai harapan. Saya juga tidak mengerti mengapa tim bermain jelek. Tetapi peluang kami belum habis. Bila mengambil dua pertandingan terakhir, kami yang akan masuk (ke grand final),” kata Risco.

Artikulli paraprakKalah Dari Borneo FC, Ini Syaratnya Bila PSS Sleman Ingin ke 8 Besar
Artikulli tjetërJuara Final Four Jadi Penyemangat Tim Ini Menuju Grand Final