Tim putra Jakarta BNI 46 tampil sebagai juara final four setelah mengalahkan Palembang Bank SumselBabel 3-1 di GOR Ken Arok, Sabtu (16/2/2019). (foto: istimewa)

OLENAS.ID – Tim putra Jakarta BNI 46 sudah memastikan tiket ke grand final. Namun apakah BNI 46 akan berleha-leha saja? Kemenangan atas Palembang Bank SumselBabel menunjukkan BNI 46 tetap serius melakoni pertarungan di final four putaran kedua di Malang.

Dalam duel yang digelar di GOR Ken Arok, Sabtu (16/2/2019), BNI 46 menghajar rivalnya  3-1 (33-31, 21-25, 25-15, 25-18). Kemenangan yang mengantarkan BNI 46 tampil sebagai juara final four.

Dengan lima kemenangan berturut-turut yang diraihnya, BNI 46 mengantungi 14 poin. Mereka pun sudah tidak terkejar oleh tiga tim lainnya. Di laga pamungkas, Minggu (17/2/2019) BNI 46 akan menghadapi Jakarta Pertamina Energi.

Bagi Palembang Bank SumselBabel, kekalahan itu menjadikan mereka harus bekerja keras di laga terakhir melawan Surabaya Bhayangkara Samator. Ya, Bank SumselBabel harus meraih kemenangan untuk mendapatkan tiket ke grand final.

Pelatih BNI 46 Samsul Jais mengakui Bank SumselBabel sebagai lawan yang menyulitkan timnya. Meski memiliki kualitas dan permainan yang lebih baik bukan berarti lawan bisa mudah dikalahkan.

“Kami tak pernah menang mudah setiap kali melawan Bank SumselBabel. Apalagi setiap kali menghadapinya, pemain selalu terbawa emosi. Namun emosinya bukan hal yang negatif. Pasalnya kami berlatih bersama di Sentul. Dalam latihan, kami dan mereka selalu ingin membuktikan siapa yang terbaik. Dan itu terbawa ke lapangan,” kata Samsul yang melakukan rotasi pemain di laga tersebut. Menurutnya ini sebagai persiapan menghadapi grand final di Yogyakarta,

“Saya melakukan perubahan sebagai persiapan laga di Yogyakarta. Bagaimana bila saya menarik pemain asing. Hasilnya memang cukup efektif. Yang jelas, saya ingin menunjukkan permainan terbaik di setiap pertandingan dengan siapa pun pemain yang diturunkan,” tandasnya.

Sementara pelatih Bank SumselBabel, Pascal Wilmar mengatakan dengan hasil ini pun mereka masih harus berjuang dengan satu kemenangan lagi. Menurutnya hanya dengan kemenangan mereka bisa melaju ke grand final.

“Hasilnya memang di luar ekspektasi. Pemain asing kami mengalami penurunan. Akibatnya, kami bermain di bawah tekanan. Terutama di set ketiga. Padahal kami sempat menekan,” kata Pascal.

“Penentuannya di pertandingan melawan Samator. Bila menang kami yang lolos. Yang penting pemain yakin dan percaya diri. Bila recovery pemain berjalan dan mereka mendapat suntikan motivasi, saya yakin pemain tampil lebuh rileks,” jawabnya.

Artikulli paraprakPutri Pertamina Energi Kembali ke Yogyakarta
Artikulli tjetërDuel Juara Liga 1 dan Liga 2 di Piala Presiden 2019