Jakarta PGN Popsivo Polwan tampil sebagai juara Proliga untuk ketiga kalinya. Di grand final di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (23/2/2019), Popsivo Polwan mengalahkan Jakarta Pertamina Energi 3-2. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID Jakarta PGN Popsivo Polwan sudah empat kali melangkah ke final Proliga. Hasilnya, Popsivo Polwan mampu juara dua kali pada gelaran 2012 dan 2013. Sedangkan dua lagi gagal pada final 2011 dan 2015 oleh lawan yang sama, Jakarta Electric PLN.

Kini, penantian mereka selama enam tahun berakhir sudah. Popsivo Polwan tampil sebagai juara setelah di laga grand final mengalahkan juara bertahan Jakarta Pertamina Energi lewat pertarungan lima set 3-2 (15-25, 25-22, 21-25, 25-23, 15-12) di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (23/2/2019).

Kemenangan yang mencatatkan tim Popsivo Polwan sudah tiga kali memenangi titel Proliga. Tampil sebagai juara mengantarkan mereka berhak atas hadiah uang pembinaan sebesar Rp200 juta. Sedangkan Pertamina Energi yang keluar sebagai runner up harus puas dengan hadiah uang sebesar Rp100 juta.

Sukses tim kian komplet karena Aprilia Manganang terpilih sebagai pemain terbaik. Aprilia pantas menjadi yang terbaik karena menjadi salah satu penyumbang poin terbanyak di laga grand final.

Sedangkan pelatih Chamnan Dokmai terpilih sebagai pelatih terbaik. Tak hanya itu. Pemain Popsivo Polwan lainnya, Wilda Siti Nurfadillah juga terpilih sebagai best spiker.

Laga Berbeda

Laga tahun ini memang berbeda dibandingkan sebelumnya. Saat itu Pertamina Energi tak kesulitan membungkam lawannya, Bandung Bank bjb Pakuan 3-0. Penonton pun agak kecewa karena pertandingan berlangsung singkat.

Pemain Jakarta PGN Popsivo Polwan merayakan kemenangan setelah mengakhiri perlawanan Jakarta Pertamina Energi di laga grand final Proliga 2019 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (23/2/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

Kali ini, penonton disuguhi pertandingan yang ketat dan sengit. Semula kekhawatiran laga berakhir cepat sempat muncul saat Pertamina Energi langsung tampil dengan tempo tinggi. Mereka pun tak kesulitan menghabisi lawannya saat merebut set pertama dengan skor 25-15.

Memasuki set kedua, Popsivo Polwan mulai bangkit dengan memimpin lebih dulu 14-10. Keunggulan itu membuat mereka semakin percaya diri hingga menutup set kedua 25-22.

Set ketiga permainan sengit diperlihatkan oleh kedua tim dengan skor yang saling kejar. Pertamina Energi memimpin terlebih dahulu 9-7. Namun Popsivo Polwan mampu menyamakan 18-18. Meski demikian, Pertamina Energi suksesmengambil set tersebut dengan kemenangan 25-21.

Pada set keempat, Pertamina Energi seharusnya bisa memenangkan dan menutup laga grand final. Apalagi, mereka sudah unggul 20-17. Sayang, raihan poin mereka tersendat. Popsivo Polwan yang bangkit saat berada dalam situasi kritis mampu mengejar ketinggalannya dan menang 25-23.

Bintang Jakarta PGN Popsivo Polwan Aprilia Manganang dan pelatih Chamnan Dokmai terpilih sebagai pemain terbaik dan pelatih terbaik di Proliga 2019. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

Kemenangan di set tersebut menjadikan Popsivo Polwan tampil lebih percaya diri. Hasilnya mereka langsung memimpin di set kelima sekaligus penentuan. Pertamina Energi yang sudah kehilangan energi mulai menurun serangannya. Mereka pun kian kesulitan menembus blok Popsivo yang mengakhiri set itu dengan skor 15-12.

Untuk gelar individu lainnya, Bethania De La Cruz terpilih sebagai best server. Sedangkan best setter jatuh pada Tri Retno Mutiara. Agustin Wulandari terpilih sebagai best blocker dan Yulis Indahyani mencatatkan diri sebagai best libero. Kokram Pimpichaya terpilih sebagai best scorer.