Para voters PSSI menyuarakan 'Dari Jogja Untuk Indonesia' yang menghendaki Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI segera dilaksanakan. Pertemuan di Yogyakarta, Selasa (27/2/2019) dihadiri (dari ki-ka) Gembong Pranowo (Persinga Ngawi), Bambang Kuncoro (Asprov PSSI DIY), Esti Puji Lestari (Persijap Jepara), Dedi M. Lawe (Persis Solo), dan Soekeno (PSS). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Para voters (pemilik suara) di PSSI mulai gerah. Setelah PSSI menyatakan segera menggelar Kongres Luar Biasa (KLB), namun sampai saat ini belum ada informasi atau kepastian kapan pelaksanaannya. Ini yang menjadikan anggota PSSI, termasuk di dalamnya pemilik suara dari perwakilan klub maupun Asprov, berharap mendapat kepastian pelaksanaan KLB.

Dalam pertemuan lima pemilik suara di Sleman, Rabu (27/2/2019), mereka menyuarakan ‘Jogja untuk Indonesia’. Pertemuan tersebut dihadiri Dedi M. Lawe (Persis Solo), Esti Puji Lestari (Persijap Jepara), Gembong Pranowo (Persinga Ngawi), Bambang Kuncoro (Ketua Umum Asprov PSSI DIY) dan Soekeno CEO PT Putra Sleman Sembada, perusahaan pengelola klub Liga 1 PSS Sleman selaku tuan rumah. Dari pertemuan di Yogyakarta yang mewakili mayoritas voters, PSSI diharapkan bisa segera menggelar KLB.

“Kami mewakili klub dan pengurus asprov yang menginginkan KLB PSSI dipercepat. Ini hasil dari pertemuan lima pemilik suara yang mewakili hampir dua pertiga pemilik suara yang menginginkan perbaikan di PSSI,” kata Sekjen Persis Dedi M. Lawe.

“Mereka tidak bisa datang tetapi sepakat dengan apa yang sudah diputuskan mengenai percepatan KLB,” lanjutnya.

Menurut Dedi, sebagian besar pemilik suara mengharapkan adanya perubahan di PSSI dan persepakbolaan di Indonesia. Upaya perubahan itu diwujudkan dengan mendesak agar KLB segera dilaksanakan.

Para pemilik suara juga berharap PSSI yang tidak lagi memiliki pemimpin karena plt Ketua Umum Joko Driyono dinyatakan tersangka dan sudah ditahan ini tak khawatir bila anggota PSSI atau voters menghendaki dipercepatnya KLB. Pasalnya KLB justru mempermudah PSSI karena bisa kembali menjalankan roda organisasi. Tak hanya itu, Satgas Antimafia Bola juga bisa menindaklanjuti apa yang sudah ditanganinya dalam pemberantasan suap dan pengaturan skor di sepak bola nasional.

“PSSI sesungguhnya sudah menyatakan segera menggelar KLB dalam jangka waktu tiga bulan ke depan. Namun setelah itu apa yang dilakukannya, para voters tidak ada yang tahu. Apakah sudah menyampaikan rencana KLB ke FIFA atau menyiapkan pelaksanaannya. Kami tidak mendapat informasi apa pun. Jadi kami akan mengingatkan dan mengawal rencana itu. Dan kami menginginkan KLB disegerakan,” ujar Esti.

Ditegaskan oleh CEO Persijap ini, para voters menghendaki KLB dilaksanakan pada Maret. Menurutnya di bulan tersebut merupakan waktu yang tepat untuk menggelar KLB.

“Kalau ingin menyampaikan ke FIFA terkait KLB, tak perlulah datang ke Swiss (markas FIFA). Semua bisa dilakukan melalui surat elektronik atau teleconference,” jawab Esti.

CEO PSS Soekeno memastikan pertemuan tersebut tidak membahas figur calon Ketua Umum PSSI. Mereka hanya fokus pada percepatan pelaksanaan KLB.

Artikulli paraprakIni Dia, Program Seleksi Pemain dan Disalurkan ke Klub
Artikulli tjetërPSS Sleman Akhirnya Resmi Gaet Eks Bek Valencia B