Pemain anyar PSS Sleman Brian Ferreira langsung mencoba beradaptasi dengan tim. Dirinya diturunkan dalam sebuah laga uji coba melawan klub lokal di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (1/3/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Skuat PSS Sleman kian komplet dengan kehadiran gelandang serang Brian Ferreira. Pemain asal Argentina tersebut resmi bergabung setelah menandatangani kontrak berdurasi satu tahun dengan PSS.

Pagi menandatangani kontrak, Ferreira pun langsung bermain di laga uji coba. Saat melakukan debut di pertandingan melawan Persak Kentungan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (1/3/2019), Ferreira pun sudah ditunggu awak media. Paling tidak, awak media berharap bisa melakukan wawancara dengan pemain berusia 24 ini.

Hanya, harapan mendapatkan pernyataan dari Ferreira langsung pupus. Media terpaksa gigit jari karena gelandang yang pernah bermain di salah satu klub elite Argentina, Velez Sarsfield, ini menolak untuk diwawancara.

Gara-garanya, Ferreira tak bisa berbahasa Inggris. “Brian, bisa berbahasa Inggris? Kami ingin wawancara,” tanya seorang awak media.

Dia hanya menjawab dengan gelengan kepala. “Saya hanya bisa sedikit saja berbahasa Inggris. Very little,” ujarnya. “Spanish?” lanjut dia yang berharap ada yang bisa berbahasa Spanyol.

“Saya butuh penerjemah, sorry,” ucapnya sambil tersenyum dan kemudian meninggalkan awak media.

Tampaknya Ferreira bakal butuh pendampingan dari koleganya, Alfonso de la Cruz yang berasal dari Spanyol saat berhadapan dengan media. Terutama bila klub tidak menyediakan penerjemah bagi pemain yang pernah mencicipi Liga Malaysia ini.  

Pemain asal Argentina Brian Ferreira (kiri) memperlihatkan berkas kontrak yang baru saja ditandatanganinya. Dia pun resmi menjadi pemain PSS Sleman. (foto: Humas PT PSS)

Pasalnya, Alfonso seorang Spanyol dan dirinya cukup fasih berbahasa Inggris. Pemain belakang berusia 32 ini baru saja menandatangani kontrak dengan PSS sehingga tidak bisa bermain di laga uji coba.

Bila bermodalkan kamus, paling tidak Ferreira butuh waktu sekitar satu tahun untuk bisa berbahasa Indonesia. Eks pemain Persiba Bantul asal Argentina, Ezequiel Gonzales, membutuhkan waktu satu tahun untuk bisa berbicara dalam bahasa Indonesia.

Saat itu, dirinya selalu membawa kamus ke mana pun pergi. Tak hanya itu, Ezequiel selalu menerima ajakan pemain lokal untuk keluar bersama. Menurut dia sering bepergian dengan pemain lokal membuatnya cepat menguasai bahasa Indonesia.