Pengelola sekaligus pelatih klub JIF, Bettega Dwi Nugroho, merencanakan menggelar event sepak bola yang berpadukan dengan wisata di Yogyakarta. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Event memadukan sepak bola dan wisata. Sebuah event digagas klub sepak bola Jogja Istimewa Football (JIF) yang mencoba memadukan sport dan edukasi tentang wisata Indonesia, khususnya Yogyakarta.

Menurut Bettega Dwi Nugroho, pengelola sekaligus pelatih kepala JIF, event yang diikuti pemain yunior tersebut bertemakan sport and education for healthy traveller yang akan dihelat di bulan Juli 2019 ini. Kejuaraan akan diikuti beberapa tim dari negara tetangga seperti Filipina, Thailand, Malaysia, Singapura dan Australia.

“Pemain tidak hanya bertanding tetapi kami juga memperkenalkan budaya dan wisata Yogyakarta. Saat tidak ada pertandingan, mereka akan berwisata ke kraton, Candi Borobudur dan tempat-tempat wisata lainnya,” ujar Bettega.

Tak hanya itu, peserta akan diajari membatik. Mereka juga melakukan kunjungan ke Kasongan, Bantul.

“Jadi, pemain tidak melulu bertanding. Mereka akan berwisata sehingga bisa lebih mengenal budaya dan pariwisata Indonesia, khususnya Yogyakarta. Meski Yogyakarta sudah menjadi ikon wisata Indonesia, tetapi kami juga ingin mengajak wisatawan dari negara lain untuk lebih mengenal budaya Indonesia,” katanya.

Kegiatan itu rencananya berlangsung selama satu pekan. Menurut Bettega, event sudah dirancang sedemikian rupa sehingga tidak mengganggu kejuaraan maupun rencana wisata pemain.

Kejuaraan itu sendiri akan akan diikuti tim U-14 dan U-16, serta U-23 khusus untuk perempuan. Bettega menargetkan kejuaraan diikuti 24 tim, 15 di antaranya merupakan tim Indonesia.

“Kami tetap membuka diri bagi tim Indonesia. Pemainnya tentu butuh jam terbang pertandingan melawan tim-tim negara lain,” ujar dia lagi.

Bettega mengungkapkan event itu digagas setelah JIF mengikuti turnamen Singa Cup di Singapura 2017. Dari turnamen itu, dirinya rutin menjalin komunikasi dengan para pelatih tim peserta dari berbagai negara itu.

“Bahkan kami membentuk grup WA. Mereka mendorong agar Indonesia juga menggelar turnamen seperti Singa Cup. Tim-tim dari Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina dan Australia yang rutin mengikuti turnamen seperti Singa Cup atau Pinas Cup di Filipina. Mereka yang berharap ada turnamen seperti itu di Indonesia,” tuturnya.

Bettega sendiri pernah menggelar turnamen nasional yang diikuti delapan tim PPLP dan PPLM pada 2016. Selanjutnya, dia mencoba mengembangkannya menjadi sebuah event internasional.

Artikulli paraprakEks Persija Jakarta Benamkan Persib Bandung di Hadapan Bobotoh
Artikulli tjetërWuih, Pemain PSS Tak Lagi di Mes, Tetapi Hotel