CEO PT PSS Soekeno saat melakukan pertemuan sekaligus jamuan makan malam dengan pemain, termasuk di antaranya tiga pemain asing, Sabtu (2/3/2019) malam. Dari pertemuan itu, Soekeno memutuskan pemain ditempatkan di hotel selama kompetisi Liga 1. (foto: Humas PT PSS)

OLENAS.ID – Selamat tinggal mes lama PSS Sleman. Saat berkompetisi di Liga 2, pemain memang ditempatkan di mes di komplek Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Kini, mereka sudah berpindah ke tempat yang lebih nyaman saat naik kasta ke Liga 1. Di musim ini, tim ditempatkan di sebuah hotel, D’Salvatore Art & Boutique. Ini sekaligus menepis rumor yang menyebutkan pemain akan kembali di-mes-kan selama kompetisi Liga 1.

Sebelumnya dalam pertemuan pemain, termasuk legiun asing, dengan CEO PT PSS, Soekeno, Sabtu (2/3/2019) malam, mereka ditawari apakah ditempatkan di mes, rumah hunian atau hotel. Soekeno membebaskan pilihan karena dia berharap pemain mendapatkan kenyamanan sehingga bisa maksimal di kompetisi.

Serentak pemain menjawab, “Hotel.” Setelah memastikan memakai hotel, manajemen klub pun menyiapkan d’Salvatore Art & Boutique Hotel sebagai ‘mess’ pemain. Soekeno menegaskan kenyamanan penggawa Super Elang Jawa merupakan prioritas bagi jajaran manajemen PT PSS. Namun ia menampik bila penggunaan hotel tersebut berorientasi pada keuntungan pribadi.

“Jadi setuju d’Salvatore akan jadi tempat tinggal pemain. Bukan agar tampak wah tapi itu demi kenyamanan para pemain,” kata Soekeno yang didampingi Direktur Operasional PT PSS Yoni Arseto.

“Di hotel, fasilitasnya sudah lengkap, sarana fitnes juga akan dilengkapi. Selain itu ada pendampingan dari psikolog tim,” ujarnya lagi.

Hotel d’Salvatore memang terbilang bagus. PSS dikabarkan sudah menyiapkan 15 kamar untuk tim. Bila harga tiap kamar untuk Superior sekitar Rp300 ribu, klub diperkirakan merogoh kocek sekitar Rp1,2 miliar untuk satu musim. Kompetisi sendiri diperkirakan berjalan selama 10 bulan.

“Kami memang menginginkan pemain tetap tinggal di hotel karena klub belum punya mes permanen. Meski bila di hotel harus nombok, tetapi pemain sudah saya anggap anak sendiri,” ujar Soekeno.