Madura United menolak sebutan Galacticos. Pelatih Dejan Antonic (kiri) tegaskan bila Madura United tidak berbeda dengan tim lainnya. Tim tetap harus bekerja keras untuk memenangkan pertandingan. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID Sebutan anyar bagi Madura United. Ya, Laskar Sapeh Kerrab punya sebutan baru, Galacticos. Gara-garanya, Madura United mengumpulkan deretan pemain bintang Liga 1.

Tidak hanya pemain tim nasional yang memperkuat Madura United seperti kiper Muhammad Ridho, bek Fachrudin, Andik Vermansah, dan Zulfiandi. Masih ada pemain naturalisasi Alberto Goncalvez dan Greg Nwokolo yang sudah pasti ikut menghuni timnas.

Rekrutan pemain asing pun tidak kalah mengerikan. Ada top scorer Liga 1 2018, Aleksandar Rakic. Musim lalu, saat baru pertama kali datang ke Indonesia, penyerang asal Serbia yang memperkuat PS Tira ini langsung menunjukkan ketajamannya dengan mengoleksi 21 gol.

Di tengah ada gelandang serang Zah Rahan dan Dane Milovanovic yang menghidupkan permainan tim. Dan tidak ketinggalan bek Jaimerson da Silva yang mengilap bersama Persija Jakarta di musim lalu.

Dengan skuat ‘mewah’ tak heran bila Madura United disebut Galacticos Liga 1. Tim bertabur bintang seperti era PSPS Pekanbaru di Liga Indonesia 2002. Saat itu, PSPS memboyong para bintang sekelas Kurniawan D. Julianto, Bima Sakti, Eko Purdjianto, Aples Gideon Tecuari, Hendro Kartiko sampai Sugiyantoro.

Hanya, pelatih Dejan Antonic menolak timnya disebut Galacticos. Dia juga menilai bila sebutan Galacticos memiliki sisi negatif dan positif. Pasalnya ini memotivasi tim untuk selalu tampil maksimal di setiap pertandingan. Sebaliknya ini juga bisa membebani tim.

“Ada sisi positif dan negatifnya. Tetapi saya tetap tak setuju dengan sebutan Galacticos. Ini tim biasa seperti yang lainnya. Semua harus bekerja keras bila ingin memenangkan pertandingan,” kata Antonic.

Menurutnya tidak ada pemain bintang di Laskar Sapeh Kerrab. Semua pemain harus berjuang keras untuk mendapatkan tempat di skuat utama.

“Semua pemain punya kesempatan sama masuk tim. Mereka harus bekerja keras untuk mendapatkan tempat,” ujarnya.

Di Piala Presiden 2019, Madura United bergabung di Grup D bersama Persija, Borneo FC dan tuan rumah PSS Sleman. Di laga pertama, Selasa (5/3/2019), mereka meladeni sang tuan rumah.

“Kami berada di grup berat. Borneo FC dan Persija tim yang bagus. PSS meski tim promosi pun tak bisa diremehkan. Apalagi mereka bermain di kandang sendiri dan didukung suporter yang fanatik,” kata Antonic lagi.

Menurutnya Madura United bakal bekerja ekstrakeras untuk mengalahkan PSS. “Ini laga pertama dan sangat penting. Kami sepenuhnya fokus dan harus bekerja keras untuk meraih kemenangan. Mereka punya dua pemain yang baru bermain di Indonesia. Menurut saya keduanya pemain bagus,” jawabnya.

Artikulli paraprakSkuat Tak Lengkap PSS Sleman Coba Hadang Madura United
Artikulli tjetërTernyata, Persija Jakarta Jadi Tim Tersibuk