Persija Jakarta membantai Borneo FC 5-0 di pertandingan Piala Presiden 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (5/3/2019). Ramdani Lestaluhu (kiri) mencetak gol keempat bagi Persija. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Macan Kemayoran yang menerkam setiap lawan. Persija Jakarta tampil perkasa saat menghancurkan Borneo FC di laga Grup D Piala Presiden 2019 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (5/3/2019). Tidak tanggung-tanggung, Persija membantai lawannya 5-0.

Kemenangan yang mengantarkan Persija menguasai tahta klasemen Grup D. Sama-sama memiliki poin tiga dengan Madura United, namun Persija unggul selisih gol.

Performa dahsyat Persija menunjukkan absennya mesin gol Marko Simic yang dihadapkan dengan persoalan hukum di Australia tak berpengaruh bagi Macan Kemayoran. Dengan menempatkan Silvio Escobar sebagai ujung tombak yang ditopang trisula Riko Simanjuntak, Ramdani Lestahulu dan Rohit Chand, mereka bisa mengobrak-abrik pertahanan Borneo FC yang tak ubahnya seperti keju.

Bagaimana tidak, saat pemain belakang Borneo FC mengawal Escobar, mereka gagal mengantisipasi pergerakan Novri Setiawan, Ramdani dan bahkan gelandang Bruno Matos.

Terbukti, hanya dalam tempo delapan menit, Persija sudah memborong tiga gol. Novri mengawali pesta Persija di menit 14 dan kemudian mencetak gol lagi di menit 22. Sebelumnya, Matos membuat Persija unggul 2-0 di menit 19.

Selanjutnya, Ramdani yang tak terkawal saat terjadi kemelut di depan gawang Borneo FC menambah gol menit 49. Terakhir, Hery Susilo memantapkan keunggulan juara Liga 1 ini menit 88.

Gelandang Persija Jakarta Ramdani Lestaluhu dan Silvio Escobar merayakan gol di pertandingan Piala Presiden melawan Borneo FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Selasa (5/3/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

“Luar biasa. Terima kasih kepada pemain. Mereka menjalankan instruksi dengan baik. Taktik, disiplin dan organisasi permainan berjalan dengan baik,” kata pelatih Persija Ivan Kolev.

Bek Ryuji Utomo menambahkan bila kemenangan ini tidak terlepas dari kekompakan tim. “Ini semua karena kekompakan dan kerjasama tim. Dukungan suporter juga luar biasa,” tutur Ryuji.

Pelatih Borneo FC Fabio Lopez tak menyangka timnya bisa kebobolan banyak gol. Diakui dia, gol cepat Persija membuat moral pemain langsung ambruk. Apalagi, mereka bisa mencetak tiga gol dalam waktu relatif singkat.

“Kualitas Persija sedikit di atas kami. Mereka memang beda. Permainan kami juga sangat buruk di 15 menit pertama. Dan, selanjutnya mereka bisa mencetak tiga gol dalam waktu yang cepat,” kata Lopez.

“Dua gol cepat memang memberi pengaruh pada kami. Dan, kami kalah segalanya,” ujar pelatih asal Italia ini.

Kekalahan dengan skor besar mengakibatkan Borneo FC menduduki dasar klasemen. Sedangkan PSS Sleman yang kebobolan dua gol berada di peringkat tiga.