PT PSS yang menaungi klub PSS Sleman disebut-sebut hendak melakukan pertemuan dengan salah satu suporter, Brigata Curva Sud (BCS) yang memboikot pertandingan tim kesayangan di Piala Presiden 2019. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – PT PSS yang menaungi klub PSS Sleman dikabarkan segera melakukan pertemuan dengan salah satu suporter, Brigata Curva Sud (BCS). Pertemuan tersebut diperkirakan membahas tuntutan dari BCS.

Sebelumnya, BCS mengajukan delapan tuntutan yang ditujukan kepada PT PSS. Tuntutan tersebut di antaranya, soal program pembinaan dan akademi usia muda PSS atau supporting team. Ini merupakan syarat bagi klub yang berkompetisi di Liga 1. Klub tersebut harus memiliki tim U-19 dan tim U-22 yang memiliki kompetisi sendiri.

Sampai saat ini, PSS belum memiliki tim maupun pelatih. Sejumlah pelatih dikabarkan sudah mengajukan lamaran untuk menangani supporting team PSS. Hanya sampai saat ini memang tidak ada kepastian siapa yang akan menangani tim yunior tersebut.

Selain program pembinaan, suporter juga menuntut soal mes untuk tim, lapangan yang digunakan untuk latihan sampai soal Marketing & Bussines Development. Suporter mengklaim sponsor melirik PSS karena ceruk market yang dimiliki suporter. Bukan dari usaha marketing dan bisnis PT PSS.

Suporter juga mendesak untuk memaksimalkan peran ofisial media, penyelenggaraan pertandingan yang profesional, soal peran ganda dan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam perusahaan.

Banyaknya tuntutan itu diharapkan sudah dipenuhi sebelum tanggal 2 Maret 2019. Bila tidak dipenuhi, suporter memboikot pertandingan PSS sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Aksi itu diwujudkan saat PSS menghadapi Madura United di laga pertama Piala Presiden, Selasa (5/3/2019).

Sebaliknya, suporter lain, Slemania, tetap memberi dukungan kepada PSS. Di laga itu, PSS akhirnya kalah 0-2.

Setelah aksi boikot itu, dari informasi yang dihimpun OLENAS.ID, PT PSS hendakmenggelar pertemuan dengan BCS. Hanya tidak dipastikan kapan dan di mana pertemuan tersebut dilakukan. Pertemuan ini disebut-sebut cukup krusial.

Yang jelas dari pertemuan itu diperoleh titik temu antara PT PSS dan BCS. Apalagi, tuntutan suporter sesungguhnya sesuai dengan harapan PT PSS, yaitu semua demi klub semata yang tidak ingin sekadar numpang lewat di kasta tertinggi.

Tidak menutup kemungkinan pertemuan dilakukan sebelum laga kedua PSS melawan Borneo FC yang digelar pada Jumat (8/3/2019) malam. Bila tercapai titik temu, suporter diharapkan kembali ke stadion untuk memberi dukungan kepada tim kesayangan. Atau paling tidak pertemuan dilaksanakan sebelum laga terakhir PSS yang dilaksanakan pada Jumat (15/3/2019).

Pelatih PSS Seto Nurdiantara berharap dinamika yang terjadi segera teratasi dan diperoleh solusi. “Semua berharap segera teratasi dan tidak berlarut-larut. Harus diakui dari pembentukan tim juga kita sedikit terlambat. Harapannya semua lancar, dan ini menjadi momentum introspeksi bagi masing-masing pihak,” ujar Seto.

Artikulli paraprakAndritany dan Novri Setiawan ke Timnas, Ini Jawaban Pelatih Persija
Artikulli tjetërDibayang-bayangi Aksi Boikot, PSS Butuh Menang Lawan Borneo FC