Salah satu suporter PSS Sleman, Brigata Curva Sud (BCS) mengakhiri aksi boikotnya setelah melakukan nota kesepahaman dengan PT PSS. Tampak BCS saat mendukung PSS di sebuah pertandingan. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.IDBrigata Curva Sud (BCS), salah satu suporter PSS Sleman, mengakhiri aksi boikot dengan tidak mendukung tim kesayangan di pertandingan Piala Presiden 2019. Boikot berakhir setelah BCS melakukan pertemuan dengan PT Putra Sleman Sembada yang menaungi klub PSS, Kamis (7/3/2019) malam.

Pertemuan yang berlangsung sampai pukul 00.30 WIB itu dilaksanakan di pendopo rumah dinas Bupati Sleman. Pertemuan dihadiri CEO PT PSS Soekeno, BCS dan Bupati Sri Purnomo. Dari pertemuan itu, BCS bisa menerima komitmen dan langkah dari PT PSS.

Setelah menerimanya, kedua belah pihak kemudian menandatangani nota kesepahaman oleh Soekeno (mewakili PT PSS) dan Jaguar ‘Jango’ Tominangi (mewakili BCS). Sebelumnya di musim lalu, Jagur tak lain sebagai ketua panitia pelaksana pertandingan PSS. Penandatanganan disaksikan manajer PSS, Retno Sukmawati dan Ketua Bappeda Sleman, Hardo.

Dalam nota kesepakatan itu ada sembilan butir yang disetujui kedua belah pihak. Salah satunya diadakan pertemuan lagi antara suporter dan PT PSS terhitung satu minggu dari pertemuan itu.

CEO PT PSS, Soekeno mengungkapkan aksi BCS sesungguhnya merupakan bentuk perhatian suporter kepada PSS. Mereka tak menghendaki PSS hanya bertahan satu atau dua musim di Liga 1 setelah berhasil promosi dari Liga 2. Dan harapan itu didukung sepenuhnya oleh PT PSS yang tak ingin klub yang dinaunginya hanya mampir ngombe.

“PT PSS membutuhkan akselerasi, kesabaran dan perjuangan. Kami bertekad tidak menjadikan tim sebagai pecundang. Kita semua tidak ingin PSS hanya mampir ngombe saja di kompetisi Liga 1,” kata Soekeno.

“Soal mes pemain, kami sudah memikirkannya. Untuk jangka pendek, tim ditempatkan di hotel. Pemain akan tinggal di lantai bawah. PT PSS juga sudah melakukan perbaikan-perbaikan untuk kepentingan pemain, seperti makan sesuai menu dari dokter gizi, dan masih banyak lagi yang akan dan sudah dilakukan,” tuturnya.

Pertandingan PSS Sleman melawan Madura United di Piala Presiden yang diboikot salah satu suporternya, BCS. Tribun yang biasa ditempati BCS pun hanya diisi beberapa gelintir suporter. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

Sementara, Jaguar menyambut gembira dengan adanya pertemuan itu. Menurut dia, PT PSS memberikan respon positif dan tidak menutup mata atas tuntutan suporter.

“Hal positif dari PT PSS adalah dengan memberikan respon. PT PSS tidak tutup mata dengan kami. Tuntutan yang ada bukan untuk kepentingan BCS, tapi demi kepentingan PSS agar bisa berprestasi,” ujar Jango, sapaannya.

Berakhirnya aksi boikot berarti BCS diharapkan sudah kembali ke stadion untuk memberi dukungan kepada PSS di laga melawan Borneo FC, Jumat (8/3/2019) malam ini. Tim juga tak perlu khawatir lagi pertandingan mereka tidak disaksikan suporter. Biar bagaimana pun, tim yang menjadi korban akibat aksi boikot BCS.

Kini, di pertandingan melawan Borneo, suporter sudah komplet lagi, BCS maupun Slemania, bakal memberi dukungam. Slemania sendiri sudah memberi dukungan kepada PSS saat melawan Madura United.