Eks striker timnas Ukraina U-21, Yevhen Bokhashvili, masih menjadi teka-teki di PSS Sleman. Dirinya belum menandatangani kontrak dengan tim promosi itu. (foto: Humas PT PSS)

OLENAS.ID Nasib striker asal Ukraina, Yevhen Bokhashvili, di PSS Sleman masih menjadi teka-teki. Pasalnya dia tidak segera menandatangani kontrak dengan PSS.

Buntutnya, Bokhashvili masih belum bisa diturunkan PSS di Piala Presiden 2019. Dari dua laga melawan Madura United dan Borneo FC di Grup D, eks tim nasional Ukraina U-21 ini sama sekali belum dimainkan.

Berbeda dengan dua pemain asing lainnya, Alfonso de la Cruz dan Brian Ferreira, yang sudah menandatangani kontrak dengan PSS. Alfonso memang sempat menunggu selama satu pekan dan dirinya pun sudah mengikuti latihan bersama tim. Namun bek asal Spanyol ini akhirnya menandatangani kontrak berdurasi satu tahun dengan PSS.

Begitu pula Ferreira yang tak menunggu lama untuk mendapatkan kontrak hitam di atas putih. Tiba di Sleman, eks timnas Argentina U-17 ini pun resmi menjadi bagian dari tim Elang Jawa.

Bokhashvili sendiri tengah menunggu giliran menandatangani kontrak. Meski sudah didaftarkan di Piala Presiden, pelatih Seto Nurdiantara menyampaikan tetap belum bisa menurunkan striker berusia 26 ini.

“Dia (Bokhashvili) belum bisa diturunkan karena belum resmi bergabung dengan PSS. Untuk kepastiannya, manajemen yang tahu. Saya menyerahkan sepenuhnya kepada manajemen,” ujar Seto.

Bila Seto belum bisa memberi kepastian, tampaknya nasib Bokhashvili di PSS memang belum ada kejelasan. Apakah alumni klub elite Ukrainia, Dnipro Dnipropetrovsk, ini tidak lolos tes medis? Ataukah dia lolos dengan catatan yang menyertainya?

Informasi yang dihimpun OLENAS.ID, Bokhashvili dikabarkan pernah mengalami cedera dan saat tiba di Indonesia masih dalam proses pemulihan. Namun disebutkan pula bila dirinya baru saja menjalani operasi hernia. Bila informasi itu akurat, bisa jadi ini yang menyebabkan tes medis Bokhashvili sedikit terganjal.

Yang jelas, PSS masih perlu melengkapi skuat dengan pemain asing. Saat ini, PSS baru memiliki dua pemain asing. Padahal, klub Liga 1 bisa diperkuat empat pemain asing, salah satunya adalah pemain berpaspor Asia.

Ferreira sendiri berpaspor Irak meski kelahiran Argentina. Bila Ferreira didaftarkan sebagai pemain Asia, PSS memungkinkan untuk menambah pemain dari nonAsia.

PSS memang harus berpacu dengan waktu. Pelatih Seto pun menyadari tim promosi selalu kesulitan mendapatkan pemain berkualitas. Pasalnya mereka sudah bergabung dengan klub-klub Liga 1.