CEO PT PSS Soekeno dalam sambutannya di perayaan hari jadi ke-18 Slemania menyampaikan bahwa Slemania adalah sebuah sejarah. Dia berharap Slemania tak berhenti mendukung PSS. (foto: Humas PT PSS)

OLENAS.ID Slemania, salah satu pendukung PSS Sleman, merayakan ulang tahun ke-18. Perayaan suporter yang identik dengan warna hijau, warna khas PSS ini, dirayakan di Sleman City Hall, Sabtu malam lalu.

Perayaan hari jadi mengambil tema Slemania Reborn. Dengan kembalinya PSS ke kasta tertinggi, yaitu Liga 1, Slemania memang seperti terlahir kembali. Mereka tidak pernah berhenti memberi dukungan kepada tim kesayangan.

Saat suporter lain memboikot pertandingan PSS, mereka tetap hadir di stadion untuk memberi dukungan. Meski demikian, Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS) merupakan kelompok suporter fanatik PSS. Mereka yang mengisi tribun utara dan selatan setiap kali Super Elang Jawa bertanding di kandang sendiri di Stadion Maguwoharjo.

“Slemania adalah sejarah, jangan sampai punah.  Kita berharap Slemania terlahir kembali, reborn dan tak akan lelah mendukung PSS Sleman,” kata CEO PT Putra Sleman Sembada (PT PSS), Soekeno saat menyampaikan sambutannya dalam acara perayaan ulang tahun Slemania.

Perayaan ulang tahun antara lain dihadiri R. Supriyoko (mantan Ketua Slemania dua periode), Retno Dwi Sukmawati (Manajer PSS Sleman), Gustan Ganda (mantan Wakil Ketua Slemania), direksi PS PT PSS dan ratusan Slemania.

Menutup rangkaian acara ulang tahun digelar pementasan musik. Beberapa grup musik mengisi pentas musik yang menjadi puncak acara tersebut.

Slemania yang berdiri sejak 22 Desember 2000 menjadi pemain ke-12 bagi PSS setiap kali bertanding. Suka-duka sudah dirasakan oleh Slemania sebagai suporter besar Super Elang Jawa itu.

Dalam akun resminya, Slemania menyampaikan kepada para suporter agar tetap konsisten pada pendirian dan jangan pernah lelah mendukung PSS Sleman.

Salah seorang Presidium Slemania, Asep Handi Kurniawan, mengungkapkan, “Dalam momentum ini bisa dijadikan semangat untuk kembali bangkit, demi kejayaan Slemania… Slemania reborn.”