Tour de Jogja 2019 merupakan event yang memadukan sport dan tourism. Marlina Handayani (kedua dari kanan) dari Dinas Pariwisata DIY menyampaikan Tour de Jogja membawa peserta melewati tempat-tempat wisata di DIY. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Bagaimana bila olahraga bersepeda sambil berwisata. Itulah Tour de Jogja 2019, event balap sepeda berkonsep long distance cycling, yang digelar Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).  Di Tour de Jogja 2019 yang mengambil rute sejauh 142 km ini, Anda mengikuti balap (race) sepeda yang melintasi tempat-tempat wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yaitu Sleman dan Kulonprogo.

Menariknya, destinasi wisata yang dilewati para pebalap dalam race yang mengambil tema Exploride for Happiness Life itu termasuk baru dan belum dikenal luas. Tak hanya itu, para pesepeda juga akan melintasi bandara baru, New Yogyakarta International Airport (NYIA).

Tour de Jogja digelar pada Minggu (17/3/2019) pagi. Tur mengambil lokasi start dan finish di komplek Candi Prambanan. Rencananya, start balapan pada pukul 06.00 WIB.

“Tour de Jogja merupakan perpaduan sport dan tourism. Dengan bersepeda kita dapat berolahraga sekaligus menikmati destinasi wisata yang dilewati Tour de Jogja,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran Dinas Pariwisata DIY, Marlina Handayani di Yogyakarta.

“Rute yang ditempuh sejauh 142 km dan melewati landmark ikonik di DIY. Di spot-spot terpilih akan ditampilkan kejutan untuk menambah semangat peserta,” lanjutnya.

Tour de Jogja yang digelar untuk kali kedua ini pun menarik minat pebalap internasional untuk mengikutinya. Menurut Marlina, ada 20 pebalap dari luar negeri seperti Korea Selatan, Jepang, Kanada sampai Amerika Serikat. Jumlah peserta dari negara lain mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Sedangkan peserta dari daerah lain seperti Sorong, Papua, Kabupaten Mempawah, Kalimantan. Belum lagi dari Makassar dan Bangka. Bahkan dari Pontianak akan datang 111 peserta, termasuk Mempawah.

 “Di tahun pertama, peserta datang dari Malaysia. Tetapi kini dari berbagai negara. Sedangkan total peserta mencapai 1250 pebalap dari lebih 400 komunitas sepeda. Jumlah ini mengalami peningkatan sekaligus melebihi target. Kami sebetulnya memperkirakan tur diikuti 1000 peserta,” tutur Ketua Panitia Septyadi.

Tour de Jogja tahun ini juga menyertakan race bagi peserta. Konsep race yang diadakan yaitu uphill challenge sejauh 9,5 km dengan atau 825 elevation gain -14 persen Max Grade. Pemenang di uphill challenge akan dinobatkan sebagai King of Mountain (KOM)/Queen of Mountain (QOM).

Selama race berlangsung peserta akan melewati 3 check poin (CP) yaitu CP 1 berada di Sumber Agung, CP 2 berada di SD Gembongan dan CP 3 berada di SD Gentan.

Menurut Marlina antusias yang tinggi dari peserta sejak penyelenggaraan pertama menjadikan Tour de Jogja akan dipertahankan. Event tersebut merupakan salah satu dari 47 event yang termasuk ikonik. Sedangkan sepanjang 2019 ini ada total 127 even yang digelar Dinas Pariwisata DIY sejak awal di-launching Januari lalu.

Artikulli paraprakTernyata, Ini Alasan Silvio Escobar Batal Ke PSS Sleman
Artikulli tjetërBruno Oliveira de Matos, Pembelian Terbaik Lagi Persija Jakarta?