Pelatih PSS Sleman Seto Nurdiantara berharap suporter tetap memberi dukungan kepada tim kesayangan dalam kondisi apa pun. Tampak salah satu tribun yang diisi beberapa gelintir suporter karena aksi boikot. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Sentilan dari pelatih PSS Sleman, Seto Nurdiantara, terhadap suporter. Seto berharap suporter tetap memberi dukungan kepada tim kesayangan dalam kondisi apa pun. Namun, dirinya juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dari suporter saat PSS melakoni pertandingan di Piala Presiden 2019.

“Terima kasih kepada suporter yang tetap men-support kami,” kata Seto.

“Ke depan, kami berharap suporter selalu mendukung kami dalam kondisi apa pun,” ujar mantan pemain tim nasional era 2000-an itu.

Ya, Seto tak berharap aksi boikot suporter kembali terjadi. Saat itu, salah satu pendukung PSS, Brigata Curva Sud (BCS), memboikot pertandingan PSS melawan Madura United di Piala Presiden 2019. Padahal laga pertama di Grup D itu digelar di kandang sendiri di Stadion Maguwoharjo, Sleman.

Namun BCS menolak masuk ke stadion untuk memberi dukungan kepada tim kesayangan. Sebaliknya, Slemania tetap mendukung Bagus Nirwanto dkk.

Slemania, salah satu suporter PSS Sleman, tetap memberi dukungan kepada tim kesayangan. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

Meski hujan mengguyur selama pertandingan, mereka tak beranjak dari tempat duduk untuk tetap memberi dukungan. Hanya, Slemania kalah suara dengan K-Conk Mania, suporter Madura United.

BCS akhirnya tiba di stadion. Hanya mereka menggelar aksi di depan kantor PSS. BCS mengajukan delapan tuntutan yang ditujukan kepada PT PSS.

Namun aksi boikot hanya berlangsung di satu pertandingan. Setelah dilakukan pertemuan dengan PT PSS, suporter pun menghentikan aksinya. Mereka kembali mendukung PSS di pertandingan melawan Borneo FC dan Persija Jakarta.

Terlepas dari apa yang terjadi, Seto tentu berharap suporter tetap memberi dukungan dalam kondisi apa pun. Tak hanya Seto, tim dan terutama pemain, sangat berharap dukungan dari suporter.