Bek asal Spanyol Alfonso de la Cruz (kiri) menjadi salah satu pilar asing di PSS Sleman yang tampil di Piala Presiden. Alfonso saat tampil menghadapi Madura United. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.IDPSS Sleman punya kompetitor anyar di DI Yogyakarta. Ya, Kalteng Putra yang juga berstatus tim promosi Liga 1, untuk sementara waktu, akan bermarkas di DIY. Dan Bantul akan menjadi pilihan Kalteng Putra. Tim tersebut menjamu lawan-lawannya di Stadion Sultan Agung, Bantul.

Meski sama-sama berstatus tim promosi, PSS sepertinya kalah cepat dengan Kalteng Putra yang menunjukkan kesiapannya mengarungi kompetisi. Bahkan mereka sempat memunculkan kabar rencana memboyong sang bintang Zlatan Ibrahimovic dan Diego Forlan.

Keduanya merupakan eks Manchester United. Bahkan Ibrahimovic selalu bermain di klub-klub raksasa Eropa. Hanya, mereka akhirnya gagal memboyong pemain asal Swedia ini. Mungkin langkah Kalteng Putra membidik Ibrahimovic dianggap main-main atau sekadar bercanda saja.

Namun mereka sesungguhnya serius dengan rencana itu. Di sisi lain, ini menunjukkan langkah Kalteng Putra yang sejak awal memang mempersiapkan diri setelah berhasil mendapatkan satu tiket ke Liga 1.

Berbeda dengan PSS yang terkesan lamban melakukan persiapan. Tidak ada terpetik kabar PSS berniat memboyong pemain ‘papan atas’ Liga 1. Saat tim-tim Liga 1 sudah menyelesaikan negosiasi dan kontrak pemain sehingga mereka langsung fokus pada kompetisi dan turnamen pramusim, PSS masih berkutat dengan negosiasi pemain dari Liga 2. Bahkan Cristian Gonzales yang berperan besar mengantarkan PSS juara Liga 2 dan bisa menjadi ikon klub justru dilepas.

Tak heran bila tim asuhan Seto Nurdiantara terlihat tak menunjukkan kesiapannya saat berlaga di Piala Presiden. Di turnamen pramusim itu, PSS hanya bermodalkan dua pemain asing, Alfonso de la Cruz Calero dan Brian Ferreira.

Bahkan perekrutan Ferreira nyaris batal karena pemain asal Argentina itu keburu diboyong ke Mesir oleh ENPPI SC. Beruntung sebelum mendaftarkan pemainnya ke liga domestik, ENPPI SC dan Ferreira gagal mencapai kesepakatan kontrak. Kegagalan itu memuluskan langkah Ferreira ke PSS. Bila negosiasi ENPPI dengan Ferreira tidak ada hambatan, PSS dipastikan gigit jari.

Tak Berkutik

Dan sudah diprediksi, PSS yang hanya mengandalkan dua pemain asing, tak berkutik menghadapi persaingan di Grup D. Meski bertindak sebagai tuan rumah, namun Laskar Elang Jawa tak mampu melewati Madura United dan Persija Jakarta. Mereka hanya menang 2-0 atas Borneo FC dan tetap tersingkir di penyisihan grup.

Sebaliknya, Kalteng Putra yang berada di Grup C tampil perkasa. Bersaing dengan raksasa Liga 1, Persipura Jayapura, PSM Makassar dan tuan rumah PSIS Semarang dalam laga di Stadion Moch. Soebroto, Kalteng Putra tampil sebagai juara grup.

Kalteng Putra menjadi satu-satunya tim promosi yang melaju ke 8 Besar Piala Presiden. (foto: pssi.org)

Kuncinya? Pelatih Gomes De Oliviera menyebut kebersamaan dan kerjasama tim yang menjadikan Kalteng Putra mampu lolos ke 8 Besar Piala Presiden.

“Kami menunjukkan sebagai tim, bukan 11 pemain di lapangan. Pemain memang luar biasa,” ujar Gomes yang tak menyangka timnya bisa melewati penyisihan grup.

“Lolos babak berikutnya itu sangat istimewa untuk kami. Bagi tim yang baru dibangun, ini sesuatu yang istimewa. Pemain berjuang bersama-sama di latihan dan di pertandingan,” kata pelatih asal Brasil ini.

Tidak semua tim menjadikan Piala Presiden sebagai target utama. Mereka menjadikannya sebagai sasaran antara karena target yang dibidik tak lain, kompetisi Liga 1. Namun seberapa jauh kesiapan tim menunjukkan bagaimana persiapan mereka menuju kompetisi.

Hanya itu memang bukan ukuran. Semua tim masih memiliki waktu untuk mematangkan persiapan. Termasuk PSS yang mencoba berhati-hati mendatangkan pemain asing. Sebaliknya, Kalteng Putra sudah ‘bicara’ persiapan menuju 8 Besar. Mental pemain pun kian dimatangkan lewat pertarungan melawan tim-tim Liga 1.