Liga Pelajar Jogja. kejuaraan bola basket antarSD digelar di GOR Klebengan, Sleman, DIY, mulai Sabtu (23/3/2019) dan berakhir pada Sabtu (30/3/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Terobosan dalam pembinaan olahraga bola basket untuk anak-anak dengan digelarnya turnamen bertajuk Liga Pelajar Jogja. Kejuaraan bola basket bagi pelajar sekolah dasar (SD) ini digelar di GOR Klebengan, Sleman, mulai Sabtu (23/3/2019) sampai Sabtu (30/3/2019).

Ini akan menjadi kejuaraan antarsekolah dasar pertama yang digelar di DI Yogyakarta. Tidak hanya di DIY tetapi juga di provinsi lain mungkin sangat jarang digelar turnamen yang diikuti anak-anak usia delapan sampai 10 tahun. Apalagi turnamen untuk anak-anak SD memang murni pembinaan dan sama sekali tidak mencari keuntungan.

“Turnamen antarSD menjadi pilihan karena kami ingin meletakkan pondasi pembinaan olahraga bola basket. Turnamen untuk anak usia delapan sampai 10 tahun memang masih sangat jarang. Karena murni pembinaan, kami tidak mengejar protif. Bila ingin profit, lebih baik menggelar kejuaraan antarSMA,” tutur Ketua Panitia Penyelenggara, Tonggo Perdana di Yogyakarta, Rabu (20/3/2019).

Turnamen akan diikuti tujuh SD di wilayah DIY yang menurunkan tim putra. Mereka yang berlaga,di antaranya SD Al Azhar (dua tim), SD Bopkri Gondolayu, SD Budi Mulya 2 (dua tim), SD Budi Utama, SD Budyawacana, SD Muhammadiyah Sapen, SD Kalam Kudus dan SD Taruna Bangsa. Sedangkan kategori putri diikuti enam sekolah, yakni SD Al Azhar, SD Bopkri Gondolayu, SD Budyawacana, SD Muhammadiyah Sapen, SD Taruna Bangsa dan SD Budi Utama.

“Kami terkendala dengan jadwal pendidikan karena penyelenggaran turnamen hampir bersamaan dengan try out ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Akibatnya, tidak ada sekolah negeri yang mengikutinya. Jadi kejuaraan diikuti sekolah swasta. Ada sekolah dari luar DIY yang ingin mendaftar. Namun terpaksa kami tolak karena untuk saat ini kami fokus di DIY dulu,” ujarnya.

Kejuaraan akan mengikuti aturan FIBA dengan waktu pertandingan 4 x10 menit bersih. Ini seperti pertandingan pemain dewasa. Jadi saat pertandingan dihentikan, waktu pun ikut dihentikan. Dengan memakai waktu pertandingan bersih, anak-anak sudah dibiasakan dengan situasi pertandingan yang sebenarnya bagi pemain.

“Termasuk statistik akan dihitung tidak hanya poin saja tapi detail seperti IBL. Dan sepertinya ini pertama untuk sebuah kejuaraan setingkat SD. Hanya bolanya memang lebih kecil, yaitu yang no 5. Dengan bola kecil, tangan pemain masih bisa memegang bola,” kata R. Kasim Martadji, panitia pelaksana.

Sekum Perbasi DIY, Andreas Chandra Wibowo, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Liga Bola Basket Pelajar Jogja. Menurut dia, selama ini DIY agar tertinggal dengan daerah lain dari segi pembinaan.

“Kami mengapresiasi adanya kejuaraan ini. Jarang sekali kejuaraan usia dini dengan menggunakan waktu bersih.Kami berharap kejuaraan ini dapat menjadi pondasi anak-anak bermain basket. Mereka bisa lebih terbiasa dengan sistem tersebut. Mereka juga sudah diasah dini mungkin sebelum melangkah ke jenjang yang lebih tinggi,” kata Kobo, sapaannya.

Di kejuaraan ini, tim juara mendapatkan hadiah tabungan Rp4,5 juta. Sedangkan pemain yang terpilih sebagai Most Valuable Player akan mendapat hadiah sepatu Peak. Menurut Kasim, pemilihan MVP tidak melulu didasarkan pencetak poin tertinggi tetapi dari statistik keseluruhan.

“Kami berharap kejuaraan ini akan menjadi agenda rutin di DIY. Kami juga merencanakan menggelarnya di kota-kota lain,” pungkas Tonggo.