Indonesia U-23 sama sekali tak berkutik menghadapi Thailand di pertandingan kualifikasi Piala Asia U-23 di Vietnam, Jumat (22/3/20129). Egy Maulana Vikri dkk dibantai rivalnya 0-4. (foto: detik.com)

OLENAS.ID Indonesia U-23 gagal melanjutkan sukses seperti di final Piala AFF U-22. Bulan lalu di Kamboja, Indonesia U-22 yang ditangani Indra Sjafri tampil sebagai juara setelah mengalahkan Thailand U-22 dengan skor 2-1.

Saat berlaga di kualifikasi Piala Asia U-23, pelatih Indra tak banyak mengubah skuat Merah Putih. Tim nasional U-22 kembali menjadi tulang punggung Indonesia U-23. Bahkan tim Merah Putih diperkuat Egy Maulana Vikri yang didatangkan dari Polandia.

Sedangkan pemain naturalisasi Ezra Walian akhirnya tidak bisa memperkuat timnas karena ternyata sudah pernah membela timnas lain, yaitu Belanda. Dirinya membela Belanda U-17 di kualifikasi Piala Eropa U-17 2014.

Dengan materi pemain yang tidak jauh berbeda, Indonesia U-23 justru dibantai Thailand U-23. Tidak tanggung-tanggung di pertandingan Grup K yang digelar di Stadion My Dinh, Jumat (22/3/2019), timnas sama sekali tidak berkutik. Mereka dibantai Thailand 0-4.

Kekalahan itu menjadikan langkah Indonesia merebut tiket ke putaran final kian berat. Apalagi di laga kedua, Indonesia bertemu tuan rumah, Vietnam, Minggu (24/3/2019).

Pasalnya hanya juara grup atau peringkat dua terbaik yang lolos ke Thailand. Sedangkan Thailand sendiri tetap lolos ke putaran final meski mengikuti babak kualifikasi karena berstatus sebagai tuan rumah.

Kemenangan atas Indonesia menjadikan Thailand sukses melakukan revans. Hanya dalam tempo satu bulan, mereka sudah berhasil membalaskan kekalahan di final Piala AFF U-22.

Di pertandingan itu, Indonesia memang tak berkutik menghadapi Thailand yang sepenuhnya menguasai permainan. Sungguh ironis karena pemain Indonesia jarang memegang bola dan melepaskan tembakan ke gawang Thailand.

Pesta gol Thailand diawali Shinnaphat Leeaoh saat sundulannya membobol gawang Indonesia menit 21. Selanjutnya, Thailand memperbesar keunggulannya lewat gol Supachai Chaided dari titik penalti menit 50. Penalti diberikan setelah bek Rachmat Irianto melanggar Supachai. Wasit menunjuk titik putih dan Supachai sukses menaklukkan kiper Awan Setho.

Supachai ternyata menjadi momok anyar bagi pertahanan Indonesia. Dirinya mencetak gol kedua yang menjadikan Thailand unggul 3-0 menit 71. Dan, Indonesia kian menjadi bulan-bulanan rival di Asia Tenggara ini. Hanya berselang tiga menit, Supachok Sarachat menjadikan Thailand menang 4-0.

Performa gemilang Thailand menunjukkan mereka memang sudah berbeda level dengan Indonesia. Thailand sudah mulai bersaing di Asia. Sementara, Indonesia masih berkutat di Asia Tenggara.

Artikulli paraprakPSMS Tanpa Kepastian, Ahmad Fauzi: Izinkan Saya Untuk Pamit
Artikulli tjetërEks Bintang PSS Sleman Ini Resmi ke Bogor FC