Bambang Susanto (tengah), investor yang digandeng PSIM Yogyakarta untuk membawa tim promosi ke Liga 1. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID PSIM Yogyakarta merupakan salah satu klub yang memiliki sejarah panjang. Klub yang berdiri sebelum Indonesia meraih kemerdekaan. Dan, klub yang turut mendirikan PSSI.

Hanya PSIM tak pernah mampu meraih kejayaan. Meski sempat mampir ke Divisi Utama yang saat itu merupakan kasta tertinggi liga di musim 1999-20, namun PSIM tak bertahan lama. Tim itu kembali terdegradasi. Dan sampai saat ini PSIM berkompetisi di kasta kedua.

Hal ini yang menjadikan seorang pialang saham asal Semarang, Bambang Susanto, penasaran karena PSIM memiliki nama besar di pentas sepak bola nasional. Atas dasar keinginan mengangkat PSIM, Bambang pun bersedia menginvestasikan modalnya. Ya, Bambang merupakan investor yang digandeng PSIM.

Melalui kerjasama ini, PSIM diharapkan mampu meraih prestasi tertinggi. Tim pun mematok promosi Liga 1.

“Target kami promosi ke Liga 1 secepatnya. Kami tidak ingin berlama-lama di Liga 2. Bila terlalu lama di Liga 2, pada akhirya malah gali lubang tutup lubang terus,” kata Bambang di Yogyakarta, Selasa (26/3/2019).

Menurut Bambang bukan tanpa alasan bila PSIM ingin meraih target tinggi. Pasalnya PSIM merupakan salah satu tim besar di Indonesia. Tim yang layak dan seharusnya bersanding dengan jajaran tim besar Tanah Air di antaranya Persija Jakarta, Persib Bandung, Persebaya Surabaya, PSM Makassar sampai Persipura Jayapura.

“Saya dulu melihat sepak bola ada Persija, PSIM, Persebaya dan PSIS Semarang, tim tempat saya lahir, hingga Persipura. Namun PSIM sepertinya tidak terdengar. Tapi ternyata kemudian ada yang mengenalkan saya dengan PSIM. Dan ternyata berjodoh sehingga kami bisa menjalin kerjasama,” ujarnya.

Keseriusan Bambang membangun industri sepak bola melalui tim PSIM sudah dimulai ketika dirinya menghadap Gubernur DIY Sri Sultan HB X dan bertemu dengan Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti. Usai sowan ke Gubernur yang juga Raja Kraton Yogyakarta Sri Sultan HB X, Bambang menandatangani nota kesepahaman yang menandai dia menanamkan modal di PSIM.

Bambang pun kemudian menjadi karteker CEO di PT PSIM Jaya yang menaungi Laskar Mataram. Mengenai investasi di PSIM, Bambang menyebut nilainya  mencapai 4-5 kali lipat dari anggaran PSIM tahun sebelumnya. Berarti dengan asumsi anggaran PSIM untuk musim lalu saja mencapai Rp6 miliar, maka PSIM berubah menjadi tim kaya di Liga 2 musim depan.

Sementara itu Komisaris Utama PT PSIM Jaya, Iriantoko Cahyo Dumadi mengakui pihaknya terpaksa mencari investor untuk mengelola PSIM. Dengan mendatangkan investor maka diharapkan mampu mengangkat PSIM berprestasi.

“Selama ini, kami gali lubang tutup lubang mencari dana operasional. Kini kami bisa menghadirkan investor yang ingin membesarkan PSIM. Tentu ada target dari investor, salah satunya pengelolaan yang lebih profesional,” ucap Iriantoko.