PSIM Yogyakarta mendapat dukungan saat hendak merekrut pemain naturalisaasi Raphael Maitimo. Dukungan diberikan oleh pemain senior PSIM, Raymond Tauntu. (foto: istimewa)

OLENAS.ID Pemain naturalisasi Raphael Maitimo bakal bergabung dengan PSIM Yogyakarta. Bila pemain tim nasional kelahiran Belanda ini resmi direkrut, PSIM bakal menjadi tim yang sangat diperhitungkan di Liga 2. Kualitas dan pengalaman gelandang berusia 35 ini jelas tak diragukan.

Gelandang senior di PSIM, Raymond Tauntu, mendukung langkah klub yang berencana mendatangkan Maitimo. Menurutnya kehadiran Maitimo bakal memotivasi pemain lain untuk mengantarkan PSIM meraih prestasi di Liga 2.

“Sangat bagus bila PSIM mendatangkan banyak pemain bagus. Persaingan di tim kian kompetitif dan semua akan memberikan yang terbaik bila ingin masuk skuat inti,” kata Raymond.

“Saya mendukung penuh bila klub mendatangkan Maitimo. Semua tahu kualitas dia. Yang penting Maitimo bisa menunjang prestasi PSIM,” ujarnya.

Raymond merupakan salah satu pemain yang bakal dipertahankan PSIM. Senioritas dan loyalitasnya menjadikan dirinya selalu menjadi bagian dari Laskar Mataram. Musim ini, dirinya pun lebih memilih menunggu PSIM ketimbang mencari klub lain.

“Tawaran selalu datang dari klub Liga 1 maupun Liga 2. Tetapi saya tidak bisa meninggalkan PSIM. Bila PSIM sudah tidak menginginkan, saya baru mencari klub lain. Bagi saya, PSIM yang utama,” kata Raymond yang sudah membela PSIM sejak 2015.

Gelandang senior PSIM Yogyakarta Raymond Tauntu mendukung langkah klub yang hendak mendatangkan pemain naturalisasi Raphael Maitimo. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

Pemain yang biasa menempati posisi sebagai deep lying playmaker ini  juga menyambut gembira dengan masuknya investor ke PSIM di musim ini. Kehadiran investor bakal makin memotivasi dirinya untuk membawa PSIM promosi ke Liga 1.

“Sejak awal saya selalu ingin membawa PSIM promosi. Dengan masuknya investor, tentu makin memotivasi saya untuk memenuhi target. Klub pasti juga punya target ke Liga 1. Jadi, ini saatnya bagi PSIM untuk promosi,” ujarnya.

Dia juga tak mempersoalkan bila Laskar Mataram nantinya ditangani pelatih asing maupun lokal. PSIM memang masih mempertimbangkan apakah tetap memakai pelatih lokal atau merekrut pelatih asing di kompetisi musim ini.