BTN CLS Knights Indonesia kembali bertemu rivalnya asal Vietnam, Saigon Heat di playoffs ASEAN Basketball League (ABL). Laga pertama digelar di GOR Kertajaya, Surabaya, Sabtu (30/3/2019). CLS Knights saat menghadapi Saigon Heat di babak reguler. (foto: istimewa)

OLENAS.ID – Duel menarik dan ketat akan tersaji saat BTN CLS Knights Indonesia melakoni babak playoffs Asean Basketball League (ABL) 2018-2019. Bagaimana tidak, di babak yang  menggunakan format the best of three ini, CLS menghadapi rival asal Vietnam yang tidak kalah tangguh, Saigon Heat.

Hanya, CLS Knights sedikit diuntungkan karena keberhasilan mereka menduduki peringkat empat di babak regular. Dengan menempati posisi itu, CLS Knights yang diarsiteki pelatih asal Amerika Serikat, Brian Rowson, mendapatkan keuntungan dua kali berlaga di kandang sendiri di GOR Kertajaya, Surabaya.

Mereka akan menjadi tuan rumah pada tanggal 30 Maret 2019 dan 7 April (apabila dibutuhkan). Sedangkan Saigon Heat yang berada di peringkat lima akan menjamu CLS Knights pada pertemuan tanggal 5 April mendatang. Bila CLS Knight menang di laga pertama dan di Vietnam, maka laga ketiga ditiadakan.

Duel itu kembali mempertemukan murid dan guru. Ya, pelatih Saigon Heat, Kyle Julius saat masih menjadi pemain pernah ditangani Rowson. Saat itu, keduanya berkolaborasi di tim Carolina Thunder, di liga naungan American Basketball Association Professional League.

Berbagi Kemenangan

Menariknya, pada empat kali pertemuan babak regular, kedua tim berbagi rekor kemenangan 2-2. Dua pertemuan awal di Vietnam dan Surabaya pada November 2018 kemarin, tim asuhan Kyle Julius sukses menaklukkan CLS Knights yang saat itu masih diperkuat Stephen Hurt dan Montay Brandon.

CLS Knights baru membalasnya di dua pertemuan akhir pada Februari dan Maret 2019 silam. Di dua laga itu, CLS Knights sudah diperkuat Darryl Watkins dan Douglas Herring Jr yang menggantikan pemain lama.

“Ini akan menjadi pertandingan yang menarik. Kedua tim berbagi skor 2-2. Kami pernah kalah dramatis di pertemuan awal dan juga menang secara dramatis di pertemuan terakhir.  Saya pikir tidak hanya pemain asing mereka yang cukup bagus, tapi Kyle juga merupakan pelatih yang sangat cerdas. Saya pernah melatihnya dan Kyle memang pemain yang bagus,” ujar Rowsom.

Di laga pertama di Surabaya, Rowsom mengingatkan timnya untuk menjaga tembakan perimeter lawan yang sangat bagus. Mereka juga harus mengantisipasi dua pemain asing lawan, Trevon Hughes dan Kyle Barone. Menurutnya mereka sangat piawai dalam urusan tembakan tiga angka. Namun eks pemain NBA bersama Indiana Pacers dan Charlotte Hornets ini lebih memfokuskan kepada persiapan tim.

“Kami sudah menunjukkan permainan yang matang sebagai tim pada pertandingan terakhir (melawan Hong Kong Eastern). Di playoffs, kami tidak boleh lengah dan membuat kesalahan. Para pemain harus lebih pintar dan menjaga konsistensi permainan dan tidak boleh hanya bergantung pada satu dua orang pemain saja baik saat menyerang maupun dalam bertahan. Kami harus bermain cepat dan tampil sebagai satu tim yang solid,” pungkas Rowsom.

Artikulli paraprakSD Budi Mulia Ladeni Teruna Bangsa di Semifinal Liga Basket Pelajar
Artikulli tjetërSD Budi Utama vs SD Teruna Bangsa di Final Liga Pelajar Jogja