Empat tim yang berlaga di final four Liga Futsal Profesional (Pro Futsal League) memberi keterangan pers di GOR UNY, Jumat (29/3/2019). Laga final four digelar pada Sabtu (30/3/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Tim Bintang Timur Surabaya (BTS) menjajal kekuatan juara bertahan Pro Futsal League (Liga Futsal Profesional), Vamos Mataram FC. Laga final four di GOR UNY, Yogyakarta, Sabtu (30/3/2019), juga menjadi momentum khusus bagi pelatih BTS, Hicham Ben Hammou.

Ya, Hicham Ben Hammou pernah membawa Vamos Mataram menjadi juara liga musim 2017. Meski sukses mengantarkan timnya meraih trofi, namun kontrak Hicham Ben Hammou tidak diperpanjang di musim berikutnya. Tanpa pelatih asal Maroko ini, Vamos Mataram tetap mampu mempertahankan gelar juara.

Tak hanya sang pelatih, beberapa pemain BTS, Andri Kustiawan, Nazil Purnama, dan Iqbal Iskandar, pernah menjadi pilar kekuatan Vamos. Kini, BTS bertekad menghentikan dominasi Vamos Mataram. Pelatih Hicham pun sudah menyatakan kesiapan BTS meladeni Vamos.

“Ini laga khusus bagi pemain BTS. Apalagi perjalanan kami menuju final four memang tidak mudah. Kami menghadapi banyak rintangan sebelum menggapai final four ini,” kata Hicham.

“Kami sudah siap menghadapi Vamos. Hanya pemain yang fit yang bakal dimainkan,” tandasnya.

Sebagai juara bertahan, Vamos Mataram jelas mematok target tinggi. Mereka berambisi  mempertahankan gelar sekaligus mencetak hat-trick juara. Asisten pelatih Bonsu Hasibuan memastikan semua pemainnya sudah siap 100 persen.

“Sama seperti tim lain, kami juga ingin juara. Kami tetap menaruh respek pada seluruh tim yang lolos ke final four. Semua tim sama bagus. Saya menilai, kondisi pemain saat ini sangat siap bertanding, ada peningkatan secara individual di sana,” kata Bonsu.

Babak final four yang kembali digelar di Yogyakarta mempertemukan empat tim terbaik. Di pertandingan final four lainnya, SKN Kebumen yang musim lalu menduduki runner up akan menghadapi Black Steel Manokwari, juara 2016.

Duel ini juga merupakan ulangan musim lalu. Saat itu langkah Black Steel dihentikan SKN di final four. Pelatih Black Steel Manokwari, Yori Van Der Torren berharap bisa membalas kegagalan tersebut.

“Ya, tahun lalu kami kalah dari SKN di final four. Kini, kami mendapat kesempatan untuk membalasnya sekaligus menargetkan juara,” ucap Van der Torren.

Sementara, asisten pelatih SKN Kebumen, Muhammad Triyoga menyimpan ambisi lolos ke partai puncak, sekaligus menyudahi dahaga gelar juara. Menurutnya tim tengah berada dalam motivasi tinggi.

“Baik dari taktikal, maupun mental, pemain sudah siap. Mereka kuat secara motivasi. Apalagi, kita akan bermain di Yogyakarta, yang tidak jauh dari homebase kami,” ujar Triyoga.

Artikulli paraprakSD Budi Utama vs SD Teruna Bangsa di Final Liga Pelajar Jogja
Artikulli tjetërSingkirkan SKN Kebumen, Black Steel Manokwari ke Final