SD Budi Utama tampil di final Liga Pelajar Jogja. Di laga puncak turnamen bola basket antarSD di GOR Klebengan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (30/3/2019), Budi Utama berhadapan dengan SD Teruna Bangsa. (foto: istimewa)

OLENAS.ID – Tim putra SD Budi Utama tampil di final Liga Pelajar Jogja. Di semifinal kejuaraan bola basket antarSD ini di GOR Klebengan, Sleman, Yogyakarta, Jumat (29/3/2019), Budi Utama sukses mengalahkan SD Bogota 86-57.

Di laga puncak yang digelar pada Sabtu (30/3/2019), Budi Utama berhadapan dengan SD Teruna Bangsa. Tim Teruna Bangsa sendiri lolos ke final setelah menyingkirkan SD Budi Mulia Dua dengan skor 52-28. Laga final digelar pada pukul 17.00 WIB.

Sebelumnya, di tempat sama digelar pertandingan memperebutkan tempat ketiga yang mempertemukan SD Bogota melawan SD Budi Mulia Dua.

Di bagian putri, SD Budi Utama juga sukses melaju ke final. Di laga puncak, mereka menghadapi SD Budya Wacana yang di pertandingan terakhir mengalahkan Bogota 56-20.

Jadwal final dan perebutan tempat ketiga Liga Pelajar Jogja yang digelar di GOR Klebengan, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (30/3/2019).

Turnamen bola basket antarSD ini merupakan event pembinaan bagi pemain usia dini. Melalui turnamen yang baru pertama kali digelar di DI Yogyakarta akan bermunculan pemain-pemain muda yang ingin menekuni bola basket.

Dengan mengutamakan pembinaan, turnamen diikuti tujuh SD di wilayah DIY. Mereka yang berlaga,di antaranya SD Al Azhar (dua tim), SD Bopkri Gondolayu, SD Budi Mulya 2 (dua tim), SD Budi Utama, SD Budyawacana, SD Muhammadiyah Sapen, SD Kalam Kudus dan SD Taruna Bangsa.

Di bagian putri ada diikuti enam sekolah yang mengikuti turnamen, yakni SD Al Azhar, SD Bopkri Gondolayu, SD Budyawacana, SD Muhammadiyah Sapen, SD Taruna Bangsa dan SD Budi Utama.

Tim yang tampil sebagai pemenang di laga final akan mendapatkan hadiah tabungan Rp4,5 juta. Sedangkan pemain yang terpilih sebagai Most Valuable Player mendapat hadiah sepatu Peak.

Menurut ketua panitia pelaksana, Tonggo Perdana, pemilihan MVP tidak didasarkan pencetak poin tertinggi tetapi dari statistik keseluruhan. Pemain yang terpilih, apa pun posisinya, benar-benar bermain bagus di pertandingan.

Tonggo juga menyampaikan bila kejuaraan ini akan menjadi agenda rutin di DIY. Dia berharap DIY akan melahirkan pebasket yang bisa menjadi tulang punggung tim nasional maupun mengisi klub-klub yang berkompetisi di Liga Bola Basket.

“Ini yang mendorong kami agar kejuaraan ini menjadi agenda rutin di DIY. Namun kami juga merencanakan menggelarnya di kota-kota lain,” ujar Tonggo.