Black Steel melaju ke final setelah menaklukkan SKN Kebumen 5-3 lewat drama adu penalti di final four Liga Futsal Profesional di GOR UNY, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (30/3/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.IDBlack Steel Manokwari melaju ke final Liga Futsal Profesional (Pro Futsal League) 2019. Di pertandingan final four di GR UNY, Sleman, Yogyakarta, Sabtu (30/3/2019), Black Steel mengandaskan harapan runner up musim lalu, SKN Kebumen.

Di laga tersebut, Black Steel menang 5-3 lewat adu penalti. Pertandingan diselesaikan dengan adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 2-2.

Keberhasilan melaju ke final menjadikan Black Steel mengulangi sukses di musim 2016. Saat itu, Black Steel tidak hanya lolos ke laga puncak tetapi juga tampil sebagai juara setelah menaklukkan Vamos Mataram.

Pelatih Black Steel Yori van der Torren mengungkapkan duel melawan SKN FC merupakan salah satu yang paling berat yang dijalani timnya di musim ini. Menurutnya perlawanan sengit SKN menjadikan pertandingan berjalan imbang dan Black Steel harus mengakhirinya lewat adu penalti.

“SKN bermain luar biasa. Namun kami yang memenangkan laga melalui adu penalti. Saya senang bisa memenangkan pertarungan ini. Tim termotivasi bermain habis-habisan karena dukungan dari penonton. Kami bisa fight sampai akhir pertandingan,” kata Van der Torren.

Keberhasilan lolos ke final tak membuat Black Steel terlena. Menurut dia masih ada satu target yang harus diraih yaitu gelar juara. Pelatih asal Belanda ini tak ingin Black Steel mengalami antiklimaks di pertandingan final.

“Kami fokus dari satu pertandingan dan kemudian ke pertandingan berikutnya. Saya tak ingin ini menjadi klimaks tim. Kami optimistis di pertandingan final meski tetap enjoy,” ujarnya.

Di pertandingan itu, Black Steel unggul lebih dulu saat Nattavut Madyalan mencetak gol di menit ke delapan. Namun mereka tak bisa mempertahankan keunggulannya. Hanya berselang satu menit, SKN mampu menyamakan kedudukan saat Khalid el Hattach membobol gawang.

Black Steel kembali unggul 2-1 saat Nattavut untuk kali kedua mencetak gol, empat menit jelas laga berakhir. Namun, laga kian sengit setelah SKN kembali mengubah skor menjadi 2-2 melalui Fhandy Permana. 

Saat tambahan waktu, kedua tim tak bisa mencetak gol sehingga pertandingan diselesaikan dengan adu penalti. Dan, kegagalan Said Bouzambou mengeksekusi penalti mengantarkan Black Steel meraih tiket ke final.