SD Budi Utama sukses menjadi juara di Liga Pelajar Jogja setelah di final mengalahkan SD Teruna Bangsa di GOR Klebengan, Sleman, Sabtu (30/3/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Sukses ganda diraih Sekolah Dasar (SD) Budi Utama Yogyakarta di kejuaraan bola basket antarSD. Mereka berhasil menyandingkan gelar juara putra dan putri Liga Pelajar Jogja 2019.

Di laga final di GOR Klebengan Sleman, Sabtu (30/3/2019), tim putra Budi Utama menaklukkan SD Teruna Bangsa dengan skor tipis 82-81. Sedangkan tim putri Budi Utama menang 72-41 atas Budya Wacana.

Pertandingan sengit terjadi di final putra. Sejak kuarter pertama, mereka sudah saling mengejar angka. Dengan yang menggunakan waktu 4 x 10 menit bersih, pertandingan berjalan ketat. Tiap tim yang bertanding dituntut bermain dengan strategi matang untuk bisa meraih kemenangan hingga detik terakhir usai seperti di final putra.

Bagaimana tidak tim Budi Utama hanya menang setengah bola. Kedua tim yang bertanding di final saling berganti memimpin dengan margin yang sangat tipis. Baik Budi Utama maupun Teruna Bangsa mampu menyajikan permainan terbaik. Apalagi kedua tim mendapat dukungan dari suporter yang memadati GOR Klebengan.

Menariknya di kejuaraan tersebut diterapkan peraturan pelatih dilarang marah kepada pemain. Mereka juga tidak diizinkan mengeluarkan protes secara berlebihan. Saat ada yang protes, wasit langsung memberi teguran keras.

“Ini adalah kejuaraan dengan misi pembinaan. Jadi, anak-anak dibina sejak usia muda. Bahkan ada peraturan khusus, pelatih dilarang memarahi pemain,” ujar Tonggo Perdana, ketua panitia pelaksana pertandingan.

SD Budi Utama membuktikan sebagai yang terbaik dengan menjadi juara di Liga Pelajar Jogja. Mereka mengalahkan SD Teruna Bangsa di GOR Klebengan, Sleman, Sabtu (30/3/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

Sementara, pelatih Budi Utama Thomas Raju Andika Sukoco merasa puas dengan keberhasilan timnya menjadi juara. Menurut dia keberhasiln ini tidak terlepas dari konsistensi yang diperlihatkan anak asuhannya di sepanjang empat kuarter.

“Pemain bermain kompak dan konsisten. Terus terang, kejuaraan ini memang menarik karena anak-anak bisa tampil maksimal dan menunjukkan kualitas di pertandingan yang menggunakan waktu bersih,” kata Thomas Raju.

Ditambahkannya, “Di sini terlihat bagaimana anak-anak bisa bermain dengan baik. Dan seluruh tim yang berlaga di kejuaraan ini memiliki kualitas yang sama bagusnya.”

Hal senada disampaikan pelatih Teruna Bangsa, Kwe Sin Djwen (Jujun) yang harus jeli memainkan strategi agar timnya bisa konsisten sepanjang empat kuarter.

Setelah menggelar Liga Pelajar Jogja, Tonggo Perdana merencanakan akan menggelarnya secara rutin dengan melibatkan lebih banyak sekolah di DIY. Hanya, dia berharap kejuaraan tetap mengedepankan pembinaan. Pasalnya misi utama kejuaraan adalah membina anak-anak melalui kejuaraan.

“Kami masih banyak kekurangan namun akan terus berbenah kedepan di kompetisi mendatang. Semoga kami bisa menggelarnya secara rutin dengan melibatkan banyak sekolah dan kualitas liga yang semakin baik,” kata Tonggo.

Untuk Most Valuable Player kategori putra diraih Yeho dari Teruna Bangsa. Sementara untuk putri diraih Yvone dari Budi Utama. Liga Pelajar Jogja sendiri diikuti 10 tim putra dan enam tim putri. Ke depan penyelenggara berencana menambah peserta hingga 15 sekolah di masing-masing kategori.