Vamos Mataram mencetak hat-trick juara Liga Futsal Profesional setelah di final mengalahkan Black Steel Manokwari 6-5 di GOR UNY, Yogyakarta, Minggu (31/3/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID Vamos Mataram sukses mencetak hat-trick juara Liga Futsal Profesional (Pro Futsal League). Di laga final di GOR UNY, Yogyakarta, Minggu (31/3/2019), Vamos Mataram menaklukkan Black Steel Manokwari dengan skor ketat 6-5.

Sukses itu menjadikan Vamos Mataram meraih titel liga tiga kali berturut-turut. Pencapaian ini sekaligus menyamai rekor IPC Pelindo II dan dan Electric PLN yang juga tiga kali memenangi liga profesional.

Vamos Mataram sesungguhnya juga mencatak rekor berhasil mencapai final empat kali berturut-turut. Hanya di final 2016, mereka dikalahkan Black Steel Manokwari. Dan tiga tahun kemudian, Vamos Mataram baru bisa membalas kegagalan itu di Yogyakarta.

Namun laga final yang berjalan apik itu ternoda dengan ulah penonton yang kecewa dengan keputusan wasit saat menghadiahkan penalti kepada Vamos Mataram. Penalti diberikan saat pertandingan tersisa 38 detik setelah pemain Black Steel dianggap menyentuh bola.

Pemain Vamos Mataram merayakan kemenangan saat wasit meniup peluit akhir pertandingan final Liga Futsal Profesional di GOR UNY, Yogyakarta, Minggu (31/3/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

Keputusan wasit Yuda Ramdani langsung mengundang protes pemain Black Steel. Tak hanya itu, penonton yang mendukung Black Steel pun melampiaskan kekecewaan dengan melemparkan botol plastik minuman ke lapangan.

Pertandingan sempat terhenti. Meski diprotes, wasit tetap pada keputusannya. Dan, eksekusi penalti dituntaskan Nandi Sumawijaya. Skor berubah 6-5. Tak lama kemudian wasit meniup peluit akhir. Begitu peluit dibunyikan, botol minuman mineral pun kembali melayang ke lapangan.

“Saya senang bisa membawa tim juara lagi. Tetapi pertandingan bagus ini diwarnai ulah beberapa penonton yang tidak terpuji. Saya sedih mengapa bisa terjadi karena ini hanya sebuah pertandingan,” kata pelatih Vamos Mataram Reza Fallahzadeh.

“Saya menganggap suporter futsal Indonesia itu yang terbaik. Bahkan saya menilai yang terbaik di Asia. Meski demikian, saya tetap mengapresiasi suporter Indonesia,” lanjut pelatih asal Iran ini.

Sementara, pelatih Black Steel Yori van der Torren tampak terpukul dengan kekalahan itu. Apalagi, timnya dikalahkan lewat penalti yang dinilai pelatih asal Belanda ini kontroversial.

Wasit diamankan petugas usai pertandingan karena mendapat protes dari pemain dan ofisial Black Steel Manokwari di final Liga Futsal Profesional. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

“Pertandingan yang bagus, tetapi satu keputusan wasit telah mengubah segalanya. Padahal, saat skor imbang 5-5, saya sudah yakin kami akan menang. Menurut saya, Vamos sering diuntungkan wasit. Beberapa kali pemainnya handball tetapi wasit membiarkan. Begitu pemain kami handball, wasit langsung tiup peluit,” kata Yori yang menangis usai pertandingan.

Langsung Menggebrak

Di laga itu, Vamos langsung menggebrak. Hasilnya, juara bertahan sudah unggul lewat Syahidansyah Lubis saat pertandingan baru berjalan lima menit. Black Steel sempat menyamakan kedudukan saat Samuel Eko Putra berhasil mencetak gol. Namun Vamos kembali unggul setelah dua gol Ali Abedin di menit kedelapan dan 13 menjadikan skor berubah 3-1.

Pelatih Black Steel Manokwari Yori van der Torres tak kuasa menahan tangis usai kekalahan dramatis yang dialami timnya di final Liga Futsal Profesional melawan juara bertahan Vamos Mataram di GOR UNY, Yogyakarta, Minggu (31/3/2019). (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

Black Steel mencoba bangkit di babak kedua. Hasilnya Ardiansyah Nur mencetak gol menit 23. Hanya, Vamos kembali menjauh setelah Denis Guna Bawana menaklukkan kiper Black Steel Muhammad Albagir di menit 27 yang mengubah skor menjadi 4-2.

Lagi-lagi, Black Steel mulai mengancam. Mereka berhasil merapatkan skor melalui Rio Pangestu. Sayangnya, Black Steel tak bisa menjaga performa. Tim lawan kembali mengubah skor menjadi 5-3 saat Muhammad Obay mencetak gol pada menit 30.

Pertandingan malah memanas menjelang menit-menit akhir. Pasalnya, Black Steel mampu menyamakan skor 5-5 lewat Jetsada Chudech (36) dan Ardiansyah (37). Hanya, harapan Black Steel yang sempat muncul akhirnya pupus lewat penalti Nandi.

Artikulli paraprakSD Budi Utama Sandingkan Gelar Juara di Liga Pelajar Jogja
Artikulli tjetërSeri Semarang Jadi Penentuan Babak Playoffs Srikandi Cup