BTN CLS KNights Indonesia menelan kekalahan 81-86 dari Saigon Heat di pertandingan kedua babak playoffs ASEAN Basket Ball league (ABL) di CIS Arena, Ho Chin Minh, Vietnam, Selasa (3/4/2019). Kekalahan itu menjadikan kedua tim harus melakoni laga ketiga sebagai penentuan di Surabaya. (foto: istimewa)

OLENAS.ID – Langkah BTN CLS Knights Indonesia ke semifinal ASEAN Basket Ball League (ABL) tertunda. Gara-garanya, CLS Knights menelan kekalahan di laga kedua babak playoffs melawan Saigon Heat. Meski menunjukkan performa terbaik, namun CLS Knight dipaksa menyerah 81-86 dari lawannya, Saigon Heat di CIS Arena, Ho Chin Minh, Rabu (3/4/2019).

Dengan memakai the best of three, kedua tim harus menyelesaikan laga ketiga yang menjadi penentuan. Laga tersebut kembali digelar di kandang CLS Knights di GOR Kertajaya, Surabaya, Minggu (7/4/2019).

Di laga itu, pemain tuan rumah Trevon Hughes menjadi pemain yang paling banyak menyumbangkan poin. Bermain selama hampir 40 menit, Hughes membuat 30 poin, tujuh rebound dan empat steal. Disusul Kyle Barone yang juga menjadi aktor penentu kemenangan Saigon Heat dengan mencetak 23 poin, sembilan rebound dan dua assist.

Performa CLS Knights sesungguhnya tidak kalah ciamik. Pasalnya duo asing, menorehkan raihan double-double, Maxie Esho (21 poin dan 11 rebound). Dan Darryl Watkins membuat 20 poin dan 13 rebound.

Pertarungan ketat sudah berlangsung sejak kuarter pertama. Hanya, CLS Knights kalah setengah bola 22-23 di kuarter pembuka. Meski demikian, mereka mampu menjaga konsistensi di kuarter kedua. Lewat pertarungan sengit dan imbang, kedua tim saling mengejar poin. Hasilnya CLS Knights unggul 42-38.

Sayangnya, Saigon Heat mampu membalikkan keadaan di kuarter ketiga. Kali ini tuan rumah berbalik unggul dua poin, sealigus menutup kuarter ketiga 63-61. Kuarter pamungkas saling mengejar angka terus diusung kedua tim.

Memasuki menit-menit akhir, CLS Knights sudah unggul 81-76. Namun Kyle Barone menjadi mimpi buruk bagi CLS Knights. Tujuh poin beruntun yang ia kemas akhirnya membawa ke jalur kemenangan timnya. Sebenarnya CLS punya kesempatan menyamakan kedudukan di 25 detik tersisa (81-83).  Namun kesempatan itu tidak dapat dieksekusi dengan baik oleh Esho. Saigon Heat pun memaksa CLS Knights untuk memainkan laga ketiga.

Pelatih CLS Knights Brian Rowsom menyayangkan kegagalan tim merebut pertandingan kedua ini. Menurutnya pemain gagal fokus kepada pertandingan karena lebih sering berdebat dengan wasit.

“Saya sudah katakan kepada para pemain agar fokus kepada pertandingan dan tak perlu berdebat dengan wasit. Kita harus konsentrasi kepada tanggung jawab kita di lapangan dan bukan untuk hal yang tidak perlu kepada wasit,” kata Rowsom yang memastikan akan memperbaiki sektor pertahanan di laga ketiga mendatang.

“Kami harus bermain baik dalam bertahan. Terus terang, kami membiarkan mereka masuk ke area pertahanan dengan mudah dan kalah dalam rebound di lima menit terakhir. Ini tidak boleh terjadi lagi di game ketiga,” ujar Rowsom.

Managing Partner CLS Knights, Christopher Tanuwidjaja menuturkan pemain melakukan banyak kesalahan. Menurut dia ini tidak boleh terulang saat tim kembali berlaga di Surabaya.

“Kami main tanpa hati. Kami terlalu banyak kesalahan atau blunder sendiri. Di pertandingan Minggu,  CLS Knights harus bangkit dan memenangi laga ketiga yang sangat krusial untuk lolos ke semifinal,” kata Christopher Tanuwidjaja.

Artikulli paraprakPersebaya Taklukkan Madura United, Tapi Pertarungan Belum Selesai
Artikulli tjetërKick-off Liga 1 di Pertengahan Pekan