Mes PSIM Yogyakarta yang jarang digunakan saat libur kompetisi. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.IDPSIM Yogyakarta telah berubah. Kedatangan investor sepertinya menjadi berkah. Bagaimana tidak, sang investor disebut-sebut membawa dana berlimpah yang memungkinkan PSIM membentuk skuat impian di Liga 2. Apalagi, PSIM ditargetkan promosi ke Liga 1.

Skuat PSIM bakal berkilau karena dikabarkan mengontrak pemain naturalisasi Raphael Maitimo. Dari segi kualitas dan pengalaman, Maitimo jelas masih bisa bermain di Liga 1 dengan memperkuat klub-klub elite. Namun pemain yang pernah bermain bersama Wesley Sneijder dan Robin van Persie ini justru bergabung dengan tim Liga 2.

Dengan masuknya investor pun bakal dilakukan banyak perubahan. Termasuk pembenahan mes pemain yang seperti tidak terurus bila kompetisi libur. Saat tidak ada kompetisi, mes memang ditinggalkan pemain sehingga tidak dipergunakan.

Saat OLENAS.ID melongok mes itu, kondisinya memang berantakan dan memprihatinkan. Ruang tamu seperti tidak terurus. Begitu pula kamar-kamar setiap pemain. Semua barang berserakan. Tempat tidur ada yang basah dan bau. Ruang dapur pun terlihat kotor.

Ruang tamu di mes PSIM Yogyakarta yang tampak berantakan. Saat libur kompetisi dan mes tidak digunakan, tempat tersebut menjadi seperti tidak terurus. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

Namun klub memastikan mes segera dibenahi. “Mes pemain akan diperbaiki dan dirapikan. Rencananya tempat tidur juga harus diganti karena sudah busuk dan tidak layak dipakai lagi. Kipas angin juga banyak yang rusak,” ujar Rob Sumiarno, pengurus PSIM.

Sejak dibangun oleh Menpora (saat itu) Roy Suryo pada 2014, mes tersebut diharapkan menjadi Wisma PSSI. Pembangunan wisma dilengkapi lapangan futsal. Rencananya, wisma digunakan pemain tim nasional U-19 yang menjalani latihan di Yogyakarta.

Kamar tidur dengan fasilitas tempat tidur untuk pemain yang sesungguhnya sudah tidak layak untuk ditempati. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

Namun pengelolaannya tidak jelas, apakah diserahkan kepada provinsi atau pemerintah Kota Yogyakarta. karena wisma berada di lokasi yang diperuntukkan PSIM, maka pengelolaannya diserahkan kepada PSIM.

Wisma yang kemudian menjadi mes pemain PSIM hanya dipergunakan saat adanya kompetisi. Bila tidak ada kompetisi, mes pun dibiarkan kosong.

Ruang dapur di mes PSIM Yogyakarta yang tampak berantakan. Saat libur kompetisi dan mes tidak digunakan, tempat tersebut menjadi seperti tidak terurus. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

“Karena itu, klub akan melakukan perbaikan. Dengan demikian, mes benar-benar representatif untuk pemain. Bila mess belum siap digunakan dan pemain sudah berdatangan untuk persiapan kompetisi, mereka akan dipindahkan ke tempat lain.Yang jelas, pemain harus menempati mes yang representatif,” kata Rob lagi.