Arema FC tampil di final Piala Presiden untuk kedua kalinya selama tiga tahun terakhir. Di final pertama yang dijalaninya, Arema FC tampil sebagai juara setelah mengaahkan Borneo FC 5-1. (foto: arema fc.com)

OLENAS.ID – Piala Presiden 2019 bakal menjadi milik salah satu tim Jawa Timur. Kepastian itu diperoleh setelah Arema FC menyingkirkan Kalteng Putra. Pada semifinal kedua di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Jumat (5/4/2019), Arema FC kembali membantai rivalnya 3-0.

Kemenangan ini menjadikan Arema FC unggul agregat 6-0. Pasalnya pada pertemuan pertama di Malang, Singo Edan juga mencabik-cabik Kalteng Putra 3-0.

Kini, Arema FC menunggu lawan dari Jatim, Persebaya Surabaya dan Madura United. Keduanya akan berjibaku di semifinal kedua di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Sabtu (6/4/2019) malam ini. Di semifinal pertama, Persebaya sudah unggul 1-0. Madura United harus menang minimal 2-0 untuk menyingkirkan Persebaya sekaligus melaju ke semifinal menghadapi Arema FC.

Bagi Arema FC sendiri, ini merupakan final kedua. Pada 2017, mereka tampil sebagai juara Piala Presiden setelah mengalahkan Borneo FC 5-1. Striker Cristian Gonzales menjadi bintang Arema FC. Dirinya mencetak hat-trick sekaligus mengantarkannya menjadi top scorer Piala Presiden setelah mengoleksi 11 gol.

Sukses melangkah ke final menjadikan Arema FC berharap mengulang sukses dua tahun lalu. Apalagi, tim asuhan Milomir Seslija ini menunjukkan konsistensinya. Bahkan pemain Arema bermain luar biasa pada dua pertandingan semifinal.

“Saya sangat puas dengan penampilan para pemain. Mereka telah menunjukan kualitasnya. Meski lapangan licin, pemain tetap tampil sangat bagus. Arema FC tampil dengan penuh kepercayaan diri sehinga bisa meraih kemenangan. Ini langkah yang bagus menuju final,” kata Milo, sapaannya.

Di pertandingan itu, Arema FC mencetak gol melalui Dedik Setiawan di menit 10. Hanya berselang sembilan menit, Johan Alfarizi menambah gol. Selanjutnya, Ricky Kayame memantapkan keunggulan Singo Edan menjadi 3-0 di menit 40.

Milomir Seslija sendiri tak mempersoalkan siapa yang menjadi lawan Arema di final. Menurut dia Persebaya dan Madura United sama kuatnya.