CLS Knights Indonesia melaju ke semifinal ASEAN Basketball League (ABL) setelah mengalahkan Saigon Heat 68-56 di laga ketiga di GOR Kertajaya, Surabaya, Minggu (7/4/2019). Hasil itu menjadikan CLS Knights unggul 2-1. (foto: istimewa)

OLENAS.ID – Tim BTN CLS Knights Indonesia akhirnya merebut tiket ke semifinal ASEAN Basketball League (ABL) 2018-2019. Di GOR Kertajaya, Surabaya, Minggu (7/4/2019), CLS Knights memenangkan pertarungan hidup mati melawan Saigon Heat di pertandingan ketiga playoffs ABL. Di laga yang menguras emosi para pendukung tuan rumah, CLS Knights menang 68-56.

Kemenangan itu menjadikan CLS Knights unggul 2-1 sekaligus lolos ke babak semifinal. Di babak itu, mereka bertemu tim Thailand, Mono Vampires Basketball Club yang menyingkirkan Formosa Dreamers.

Keberhasilan ke semifinal menjadi pencapaian terbaik CLS Knights karena musim lalu mereka hanya menduduki peringkat enam dan gagal ke playoffs. CLS Knights juga menyamai pencapaian Indonesia Muda Britama (2009-10) dan Indonesia Warriors (2012, 2013). Bahkan dua tim itu bisa menembus final. Bila Indonesia Muda gagal menjadi juara, sebaliknya Indonesia Warriors menjadi juara di musim 2012.

Di laga tersebut, forward Maxie Esho tampil sebagai ksatria CLS Knights setelah mengemas 20 angka, sembilan rebound, dua assist dan tiga steal. Sedangkan rekannya Douglas Herring Jr. menyumbang 18 angka, tiga rebound, empat assist dan dua steal. Sedangkan dua pemain andalan Saigon Heat yakni Kyle Barone dan Trevon Hughes menyumbang total 45 angka. Kyle membuat 23 angka dan Hughes 22 angka.

Forward CLS Knights Indonesia Maxie Esho saat ngedunk di pertandingan melawan Saigon Heat di GOR Kertajaya, Surabaya, Minggu (7/4/2019). CLS Knights mengalahkan lawannya sekaligus lolos ke semifinal ASEAN Basketball League (ABL).(foto: istimewa)

Laga Penentuan

Dalam kedudukan imbang 1-1, pertarungan ketiga yang menjadi penentuan bagi kedua tim memang berlangsung ketat. CLS Knights yang mendapat dukungan penuh dari penonton memang langsung unggul di kuarter pertama. Hanya, Saigon Heat tetap memberi perlawanan sehingga tuan rumah unggul 21-16.

CLS Knights sempat meninggalkan lawannya di paruh pertama kuarter kedua. Namun Saigon Heat mampu bangkit dan merapatkan jarak angka. Hanya konsistensi CLS Knights menjadikan mereka kembali unggul 32-29.

Di kuarter ketiga, tuan rumah masih memimpin. Mereka mulai meninggalkan lawannya dengan keunggulan 46-39. Jarak tujuh angka tetap menjadikan posisi CLS Knights belum aman dan kuarter keempat atau terakhir menjadi penentuan. Namun CLS Knights mampu menjaga konsistensinya dan menutup kuarter itu dengan hasil memuaskan.

Pelatih Brian Rowsom tak kuasa menahan suka-cita atas keberhasilan tim asuhannya melaju ke semifinal. Menurut dia pertahanan yang solid menjadi kunci kemenangan di laga ketiga ini.

Double champions defense. Itu jadi kunci kemenangan kami. Kami bermain sangat bagus dalam bertahan. Saya nilai 10 untuk defense, tapi 5 saat menyerang. Kini, kami fokus melawan Mono Vampire di semifinal. Kami tak meremehkan mereka,” ujar Rowsom.

Sementara, Christopher Tanuwidjaja, Managing Partner CLS Knights, tegaskan pihaknya tak ingin perjalanan tim sampai sampai semifinal.

“Perjalanan kami tidak akan berhenti di sini. Dua minggu lagi kami akan menghadapi Mono Vampire. Tapi, saat ini kami ingin menikmati kemenangan atas Saigon Heat,” kata Christopher.