Pertandingan ganda putri di LIMA Badminton Nationals yang digelar di Grha Instiper, Sleman, Yogyakarta, mulai Senin (1/4/2019) sampai Selasa (9/4/2019). Putaran final kompetisi antarkampus ini diikuti 15 tim putra dan delapan tim putri. (foto: Olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Pemain bulu tangkis tetapi juga kuliah di perguruan tinggi. Meski sudah duduk di bangku perkuliahan untuk mengambil gelar sarjana (S-1), namun mahasiswa masih bisa membangun karier di bulu tangkis. Gelaran Liga Mahasiswa (LIMA) Badminton menjadi salah satu ajang mengasah kemampuan sekaligus pembinaan atlet bulu tangkis yang sedang menyelesaikan kuliah di berbagai perguruan tinggi.

Ya, LIMA Badminton sudah memasuki tahun ketujuh. Sebuah konsistensi pembinaan atlet yang berada di kampus-kampus. PB PBSI pun tak mengabaikan para pebulu tangkis dari kampus. Selain masih berusia muda, mereka juga memiliki potensi untuk menerobos jajaran atas pebulu tangkis nasional. Bahkan saat ini para atlet tersebut merupakan cadangan dari pemain pelatnas.

“Artinya mereka selalu siap menggantikan untuk masuk pelatnas. Pasalnya ranking mereka hanya di bawah para pebulu tangkis yang saat ini menjalani pemusatan latihan nasional. Jadi, sewaktu-waktu mereka juga bisa dipanggil mengikuti pelatnas,” kata CEO LIMA Ryan Gozali saat hadir dalam LIMA Badminton Nationals di Grha Instiper, Sleman, akhir pekan lalu.

Menurutnya para mahasiswa yang menekuni bulu tangkis pun tidak hanya mengasah kemampuan di LIMA. Banyak di antara mereka yang mengikuti Sirkuit Nasional (Sirnas). Tak hanya itu, mereka juga kerap tampil di single event internasional.

“Kemampuan mereka terus terasah karena para atlet itu juga berlaga di Sirnas. Banyak di antara  mereka yang mengikuti seri Sirnas. Mereka juga tampil di single event di luar negeri. Hanya grade turnamen yang diikuti tentu di bawah pebulu tangkis yang memiliki peringkat atas,” ujarnya.

CEO LIMA Ryan Gozali menyampaikan atlet bulu tangkis yang saat ini kuliah di berbagai perguruan tinggi merupakan pemain cadangan pelatnas. Mereka ditempa melalui berbagai event kampus maupun Sirkuit Nasional (Sirnas) dan bahkan berlaga di event luar negeri. (foto: istimewa)

Saat ini LIMA Badminton memasuki putaran nasional setelah menyelesaikan kompetisi regional di empat kota berbeda yaitu Jakarta, Malang, Bandung, dan Yogyakarta. Kompetisi regional menghasilkan 15 tim putra dari Universitas Trisakti (Usakti) Jakarta, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Pelita Harapan (UPH) Banten, Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta, Universitas Dr. Soetomo (Unitomo) Surabaya, Universitas Brawijaya (UB) Malang, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Pasundan (STKIP Pasundan) Cimahi, Universitas Komputer Indonesia (Unikom) Bandung, Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Universitas Negeri Semarang (Unnes), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).

Selain itu ada delapan tim putri dari Usakti, UPH, UINSA, Universitas Negeri Malang (UM), STKIP Pasundan, UPI, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, dan UGM. Tim-tim tersebut berlaga di LIMA Badminton Nationals Season 7 yang digelar di Grha Instiper, Yogyakarta. Putaran nasional ini menyajikan pertandingan kategori perseorangan dan beregu. Kategori perseorangan akan dihelat selama dua hari, pada 1-2 April. Sedangkan kategori beregu akan diadakan pada 3-9 April. Final rencananyaa dilaksanakan pada Selasa (9/4/2019).

Di ajang LIMA Badminton Nationals musim lalu, Usakti Jakarta sukses keluar sebagai juara beregu putra. Sedangkan beregu putri diraih oleh UPI Bandung.

“Kami memilih Yogyakarta untuk penyelenggaraan LIMA Badminton Nationals karena selama ini kota-kota lain seperti Jakarta dan Bandung sudah menjadi pusat bulu tangkis. Jadi kami menggelar di Yogyakarta untuk lebih menumbuhkan bulu tangkis di sini,” kata Ryan Gozali lagi.