GM andalan Indonesia Susanto Megaranto (kanan) bertarung di JAPFA Grand Master and Women Grand Master Tournament 2019 di Yogyakarta.

OLENAS.ID – Para pecatur dunia tampil di JAPFA Grand Master and Women Grand Master Tournament 2019 di Yogyakarta, Kamis (13/6/2019) sampai Jumat (21/6/2019). Juara bertahan di bagian putri asal Georgia WGM Keti Tsatsalashvili, kembali datang ke Indonesia.

Tahun ini, turnamen diikuti 24 pecatur papan atas dari berbagai belahan dunia. Di bagian putra, pecatur mancanegara yang turut berpartisipasi di antaranya GM Dmitry Kokarev dari Rusia yang memiliki elo rating tertinggi, 2609. Selain Kokarev, turnamen diikuti GM Ivan Sokolov (Belanda, 2595), GM Rustam Khusunutdinov (Kazakshtan, 2471), GM Rhagunandan Kaumandur Srihari (India, 2442), IM Arghyadip Das (India, 2439) dan IM Ravi Teja (India, 2405).

Mereka bersaing dengan pecatur tuan rumah yang dimotori GM Susanto Megaranto (2548). Susanto sendiri baru saja menjuarai turnamen Asian Chees Championship Fide zone 3.3 di Ulanbataar pada 15 April 2019. Selain Susanto, para pecatur Indonesia seperti IM Novendra Priasmoro (2457), IM Yoseph Theolifus Taher (2446), IM Sean Windshand (2422) dan FM Azarya Jodi Setyaki (2421). WGM Medina Warda Aulia yang memiliki elo rating 2375 menjadi satu-satunya pecatur putri yang bertarung di kelompok putra.

Medina juga tampil sebagai juara di turnamen Asian Chees tersebut. Keberhasilan Susanto dan Medina menjadikan mereka akan tampil di Piala Dunia 2019.

Indonesia membutuhkan Grand Master muda dan potensial agar bisa mengukir nama Indonesia di kancah internasional

Di sektor putri, WGM Keti Tsatsalashvili yang memiliki elo rating 2356 berharap bisa mempertahankan gelar juara. Dirinya bersaing dengan WGM Gong Qianyun (Singapura, 2381), IM Sophie Millet (Prancis, 2415), IM Alina L’ami (Romania, 2293), WIM Luong Phong Hanh (Vietnam, 2271) dan WIM Rucha Pujarti (India, 2234). Dari Indonesia yang turut memanaskan persaingan, WIM Chelsie Monica S dengan elo rating 2212, WIM Dewi AA Citra (2205), WFM Umi Fisabililah (2201), WFM Monica Putri (2151), WFM Tammi Nasuha N (2125) dan WFM Zahra Chumaira 2112).

Menurut Corporate Affairs Director JAPFA, Rachmat Indrajaya mengatakan penyelenggaraan JAPFA Grand Master and Women Grand Master Tournament merupakan perwujudan komitmen JAPFA untuk mencari bibit unggul Indonesia yang diharapkan bisa meraih gelar Grand Master maupun Woman Grand Master. Menurutnya pecatur Indonesia harus dicari dan kemudian dilatih secara serius karena ini menentukan keberhasilan catur Indonesia di tingkat internasional.

“Indonesia membutuhkan Grand Master muda dan potensial agar bisa mengukir nama Indonesia di kancah internasional. Mencari dan melatih bibit unggul merupakan kunci untuk keberhasilan prestasi catur di masa mendatang. Mengapa China dan pecatur Asia lainnya bisa menggeser dominasi Amerika Serikat dan Rusia? Ini karena mereka tekun mencari dan membina bibit potensial,” ujar Rachmat.

“Jadi, turnamen ini merupakan wujud komitmen kami, untuk mencari dan memupuk bibit-bibit unggul catur Indonesia, demi meraih gelar Grand Master. Demi memenuhi tuntutan, kami pun mengundang pecatur dunia yang berkualitas,” kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum PB Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi), Utut Adianto menuturkan, turnamen level internasional diharapkan bisa menambah pengalaman dan meningkatkan kemampuan para pecatur Indonesia. Menurutnya dengan menghadirkan GM dengan elo rating tinggi, pecatur nasional bisa belajar banyak di setiap pertandingan.

“Melalui pertandingan sembilan babak, Tim Indonesia diharapkan bisa mengeluarkan potensi terbaik, untuk berjumpa dengan lawan mumpuni, dari Asia dan Eropa, dengan elo rating tinggi, seperti GM Kokarev, atau GM Ivan Sokolov,” ucap Utut.

Bagi Susanto dan Medina turnamen JAPFA Grand Master and Women Grand Master menjadi ajang pemanasan sebelum mereka berlaga di Piala Dunia. Susanto akan bertarung di Piala Dunia yang dilaksanakan di Khanty-Mansiysk, Rusia, 9 September 2019 sampai 2 Oktober 2019. Sedangkan Medina tampil di Minsk, Belarus, 21 September 2019 sampai 15 Oktober 2019.