WGM Indonesia Medina Warda Aulia mengalahkan GM Ivan Sokolov di JAPFA Grand Master and Women Grand Master Tournament 2019 di Yogyakarta, Jumat (15/6/2019). (Foto: olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Woman Grand Master (WGM) Indonesia Medina Warda Aulia menunjukkan penampilan gemilang saat menghadapi GM Ivan Sokolov pada putaran kedua JAPFA Grand Master and Women Grand Master Tournament 2019 di Yogyakarta, Jumat (14/6/2019). Sempat tertekan, Medina mampu bangkit untuk mengalahkan Sokolov.

Ini merupakan kemenangan pertama yang diraih grand master wanita Indonesia ini. Sebelumnya di putaran pertama, Medina dikalahkan Rustam Khusnutdinov. Kemenangan ini setidaknya memperbaiki posisi Medina di klasemen sementara di JAPFA Grand Master.

Meski menang, namun Medina mengaku agak kesulitan menghadapi pecatur asal Belanda. Apalagi lawan sempat unggul dan posisinya kurang bagus.

Ini memang di luar kebiasaan karena raja jarang diikutkan menyerang. Apalagi saya masih punya banyak perwira. Namun keputusan itu ternyata memberikan hasil bagus

“Posisi saya sempat kurang bagus dan lawan lebih unggul. Saya sudah pasrah, namun di pertengahan posisi saya mulai imbang. Apalagi, saya mulai sedikit unggul sehingga punya kesempatan menang. Meski demikian, saya berusaha hati-hati dan mengakhirinya dengan kemenangan,” kata Medina.

Diakui Medina dirinya mengambil langkah di luar kebiasaan dengan menjadikan raja ikut menyerang. Padahal, dia masih memiliki banyak perwira, termasuk menteri dan benteng.

Langkah berani Medina memang memberikan hasil. Medina menang di langkah ke-54 dengan menyisakan waktu sekitar 27 menit.

“Ini memang di luar kebiasaan karena raja jarang diikutkan menyerang. Apalagi saya masih punya banyak perwira. Namun keputusan itu ternyata memberikan hasil bagus,” ujar Medina yang memilih berlaga JAPFA Grand Master yang diikuti pecatur putra ketimbang di Women Grand Master.

“Saya sudah meraih grand master wanita, jadi kalau ikut di Women Grand Master tidak ada target lain kecuali juara. Setidaknya saya berharap ada pecatur wanita lain dari Indonesia yang punya kesempatan meraih gelar WGM,” kata Medina.

Ajang pemanasan

Selain itu, turnamen JAPFA Grand Master merupakan ajang pemanasan bagi dirinya yang akan berlaga di Piala Dunia. Menurut dia turnamen tersebut memberi pengalaman berharga karena menghadapi para grand master berpengalaman dari berbagai negara.

Sementara, GM Susanto Megaranto tertahan saat menghadapi rekannya, IM Priasmoro Novendra (2457). Kegagalan meraih kemenangan menjadikan posisi Susanto turun di klasemen sementara. Posisinya diambi alih Rustam yang bermain remis melawan Taher Yoseph Theolifus.

“Novendra sempat unggul. Tetapi dia justru blunder yang membuat saya bisa mengembalikan keadaan. Dia seharusnya sudah menang,” kata Susanto yang mengakui persaingan di turnamen JAPFA ini sangat ketat.

“Persaingannya ketat karena semua lawan berat,” jawabnya.

Susanto yang sebelunya berada di posisi puncak terpaksa lenger ke peringkat empat. Posisinya digeser Rustam yang bermain imbang melawan Yoseph Theolifus Thaher.

Di bagian putri, Chelsie Monica Sihite gagal mempertahankan posisinya di puncak klasemen. Melalui pertarungan sengit, Chelsie bermain remis melawan WGM Singapura Gong Qianyun yang memiliki elo rating 2381.

Posisi puncak untuk sementara dikuasai IM Alina L’ami yang mengalahkan WFM Monica Putri Wigustira. Disusul juara bertahan WGM Keti Tsatsalashvili yang menang atas Tammi Nasuha Nurdin.