Pecatur putri Chelsie Monika Sihite meraih Norma WGM yang kedua di JAPFA Grand Master and Women Grand Master Tournament 2019 di Yogyakarta. (Foto: olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Harapan ada pecatur Indonesia meraih gelar lebih tinggi di JAPFA Grand Master and Women Grand Master Tournament 2019 di Yogyakarta akhirnya kesampaian. Pecatur putri Indonesia Chelsie Monika Sihite meraih Norma WGM yang kedua setelah memperoleh poin 6,5. Sementara, pecatur Ummi Fisabilillah mendapat norma WIM setelah mengumpulkan poin 6.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) PB Percasi, Kristianus Liem, menuturkan norma gelar sudah mulai dihitung setelah bertanding minimal sembilan babak. Menurut Kris, sapaannya, Chelsie dan Ummi sudah memenuhi persyaratan usai menjalani sembilan babak itu.

“Norma gelar sudah bisa mulai dihitung setelah bertanding minimal sembilan babak. Ada dua pecatur putri Indonesia yang memenuhi gelar yakni Chelsie yang mendapat 6,5 poin dari sembilan babak sudah memenuhi syarat norma WGM. Lalu Ummi Fisabillah meraih 6 poin juga sudah memenuhi syarat meraih norma WIM (Women International Master) yang minmal 11 babak,” tutur Kristianus.

Menurut Kristianus, PB Percasi mengaku sangat bersyukur dengan raihan norma yang didapat kedua pecatur putri Indonesia itu. Pasalnya, hal itu sebagai buah dari kerja keras keduanya termasuk pecatur-pecatur Indonesia lainnya yang sudah mengikuti banyak turnamen dalam beberapa tahun terakhir.

“Ini seperti mereka memetik hasil dari latihan yang diikuti serta banyaknya turnamen yang diikuti sejak tiga tahun terakhir. Adanya sponsor seperti JAPFA yang menggelar turnamen maupun mengirim pecatur ke turnamen-turnamen sangat berperan membantu mereka meraih norma,” katap dia.

Norma yang didapat Chelsie dan Ummi tak terlepas dari hasil yang diraih mereka pada babak ke-9. Kebetulan kedua pecatur Indonesia ini bertemu dengan hasil remis.

“Saya sangat bersyukur dapat norma WGM karena sudah berusaha selama bertahun-tahun. Terus terang butuh tujuh tahun untuk mendapatkannya. Namun kalau skill sudah sampai, tentu gelar akan datang dengan sendirinya,” kata Chelsie.

Dilanjutkannya, “Saya butuh remis untuk mendapatkan norma WGM sehingga main normal saja. Begitu juga ternyata Ummi bermain santai.”

Adapun Ummi Fisabillah mengaku senang mendapatkan norma WIM keduanya setelah yang pertama didapat di Jakarta 2006 lalu pada JAPFA International Master Tournament.

“Di dua sisa babak tentunya ingin menang lagi supaya bisa tambah elo rating dan memperbaiki peringkat,” tandas Ummi.