Pecatur putri Indonesia WIM Chelsie Monica Sihite bersaing ketat pecatur asal India WIM Rucha Pujari di JAPFA Grandmaster & Women Grandmaster Chees Tournament di Yogyakarta. (Foto: olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Pecatur putri Indonesia WIM Chelsie Monica Sihite (2212) menempel ketat WIM Rucha Pujari, pecatur asal India yang bertengger di puncak klasemen putri JAPFA Grand Master & Women Grandmaster Chess Tournament 2019 di Yogyakarta. Chelsie merapatkan jarak poin setelah bermain remis melawan FWM Ummi Fisabilillah pada putaran kesembilan, Selasa (18/6/2019). Sebaliknya, Rucha Pujari menelan kekalahan dari IM L’ami Alina.

Hasil itu menjadikan Chelsie dan Rucha Pujari sama-sama meraih 6.5 poin. Menariknya, mereka memiliki poin sama pada tie break (TB)1 dan TB2. Namun Rucha unggul dalam TB3, yaitu jumlah kemenangan. Rucha mengantongi enam kemenangan, dan Chelsie hanya empat kali menang sehingga bisa bisa menduduki peringkat teratas.

Persaingan ketat di bagian putri menjadikan posisi di klasemen selalu fluktuatif. WGM Keti Tsatsalashvili yang sempat menduduki puncak klasemen malah turun ke peringkat empat. Setelah menang atas WGM Gong Qianyiun di putaran delapan, Tsatsalashvili dipaksa bermain remis saat menghadapi WIM Citra Dewi.

Sedangkan Chelsie menghadapi dua pecatur Indonesia berturut-turut. Setelah mengalahkan Monica Putri, dia ditahan Ummi. Menurut Chelsie persaingan yang ketat menjadikan pecatur saling mengalahkan.

“Semua yang berlaga di sini sama-sama berat. Tidak ada yang ringan. Kalau lawannya ringan, saya tentu tidak akan ikut turnamen ini,” kata pecatur berparas manis ini.

Bagian Putra

Di bagian putra, pecatur asal Kazakhstan, GM Rustam Khusnutdinov masih memimpin klasemen sementara dengan enam poin. Dia dibayangi dua pecatur Indonesia GM Susanto Megaranto dan IM Priasmoro Novendra. Sedangkan GM Dmitry Kokarev (Rusia) berada di peringkat tiga.

Persaingan di putra semakin ketat karena Rustam dua kali bermain imbang di putaran delapan dan sembilan. Dia ditahan pecatur India IM Arghyadip Das dan kemudian Novendra. Sedangkan Susanto juga memetik hasil sama. Pecatur Indonesia yang akan berlaga di Piala Dunia Catur ini ditahan IM Ravi Teja dan Raghunandan Kaumandur Srihari.

Persaingan di putra dan putri yang memasuki babak krusial diharapkan mendorong masyarakat Yogyakarta untuk menyaksikan turnamen. Apalagi turnamen bisa disaksikan masyarakat dengan syarat tidak boleh berbicara dengan suara keras.

“Kami berharap masyarakat catur Yogyakarta menyaksikan pertandingan yang memasuki babak krusial. Syaratnya memang tidak boleh bersuara,” kata Humas PB Percasi, Urry Kartopati.