Pecatur Indonesia WIM Chelsie Monica Sihite (kanan) bermain remis dengan WIM Rucha Pujari di JAPFA GM & WGM Chess Tournament di Yogyakarta, Kamis 20/6/2019). Keduanya tetap berpeluang menjadi juara. (Foto: olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – Pecatur Indonesia WIM Chelsie Monica Sihite dan juara bertahan WGM Keti Tsatlashvili (Georgia) bersaing ketat memperebutkan gelar juara di JAPFA Grand Master & Women Grand Master Chess Tournament di Yogyakarta.

Selain keduanya, WIM Luong Phoung Hanh (Vietnam) dan WIM Rucha Pujari (India) juga menjadi pesaing untuk menjadi juara. Keempat pecatur itu sama-sama memiliki poin 7.

Hasil ini memang belum bisa menentukan juara karena masih harus melihat hasil pertandingan pecatur lain. Dengan memegang buah hitam, hasil remis itu sudah cukup bagus bagi saya

Pujari yang sebelumnya menduduki posisi puncak terpaksa turun peringkat setelah bermain remis melawan Chelsie pada putaran ke-10, Kamis (21/6/2019). Padahal bila menang, dirinya masih memimpin klasemen dan berpeluang besar menjadi juara. Demikian pula Chelsie bila tidak imbang bisa merebut posisi puncak.

“Hasil ini memang belum bisa menentukan juara karena masih harus melihat hasil pertandingan pecatur lain. Dengan memegang buah hitam, hasil remis itu sudah cukup bagus bagi saya. Yang penting, saya hanya berusaha sebaik mungkin di putaran terakhir,” kata Chelsie.

Sementara, Pujari juga mengaku cukup puas dengan hasil remis tersebut meski ia tidak bisa memanfaatkan sedikit keuntungan dengan memegang buah putih.

“Cukup bagus buat saya karena Chelsie juga pemain bagus. Saya harus mempersiapkan lagi untuk pertandingan terakhir,” kata Pujari.

Sebaliknya, Hanh yang memiliki elo rating 2271 naik ke puncak klasemen usai mengalahkan pecatur tuan rumah WFM Ummi Fisabilillah (2201) di langkah 70 lewat pembukaan Indian.

Sedang Tsatsalashvili (2356) juga memiliki peluang dalam perebutan juara untuk kali kedua secara beruntun usai unggul atas IM Alina L’Ami dari Rumania.

Dengan empat pecatur yang berpeluang menjadi juara, persaingan turnamen yang didukung JAPFA ini sangat ketat. Yang menggembirakan pecatur tuan rumah juga turut memanaskan persaingan.