PSS Sleman memiliki manajer baru, Sudibyo yang menggantikan Retno Sukmawati. Tampak PSS sedang menjalani latihan. (Foto: olenas.id/Gonang Susatyo)

OLENAS.ID – PSS Sleman tampil dengan manajer anyar saat kembali mengarungi Liga 1. Setelah sempat lowong usai manajer Retno Sukmawati, kini posisi tersebut sudah diisi Sudibyo. Mantan panitia pelaksana pertandingan PSS ini sudah akan mendampingi PSS saat menghadapi Bhayangkara FC di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (21/6/2019).

CEO PT Putra Sleman Sembada yang menaungi PSS Viola Kurniawati menuturkan sesungguhnya tak sedikit yang mengajukan lamaran untuk mengisi jabatan sebagai manajer. Namun PSS memastikan jabatan itu harus diisi putra daerah. Lebih dari itu, sosok manajer harus mengerti benar sepak bola dan PSS.

“PSS itu tak ubahnya sebuah rumah besar. Semua yang ada di dalam rumah besar itu adalah satu dan tetap kompak dalam visi yang sama. Dinamika sepak bola pun sudah berbeda. Dulu klub identik dengan satu orang, Kini, klub sudah sepenuhnya profesional,” kata Viola.

“Jadi siapa pun yang menjadi manajer PSS, sosok tersebut harus profesional dan tidak asing bagi PSS. Pasalnya kami menerima banyak masukan dan mereka yang mengajukan diri. Mereka memiliki latar belakang yang berbeda. Tetapi kami lebih berharap pada sosok yang sudah memahami PSS,” lanjutnya.

Atas pertimbangan itu, PSS menetapkan Sudibyo sebagai manajer anyar tim. Sudibyo memang bukan orang baru di dunia sepak bola Sleman. Sebelumnya dia pernah menjabat Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSS, musim 2012-2013. Dirinya juga merupakan salah satu perintis PT Putra Sleman Sembada, bersama mendiang Supardjiono.

Menurutnya PSS saat ini sudah berkembang begitu pesat, dan sangat berbeda dengan eranya. Jajaran manajemen pun sudah lebih tertata, sehingga kesempatan meraih kejayaan sangat terbuka.

“Semangat suporter sekarang luar biasa. Pemain juga begitu. Saya melihat ada perubahan besar dibanding dulu saat saya masih menjabat Ketua Panpel,” kata Sudibyo yang juga berkeinginan memajukan PSS menjadi klub yang disegani di Liga 1. Hal itu yang menjadi motivasi utama duia menerima tawaran mengisi pos yang terbilang cukup krusial.

“Saya akan koordinasi dulu dengan seluruhnya, mulai dari PT, manajemen, sampai pelatih, karena kerja kita adalah teamwork. Yang penting di sini adalah kepercayaan. Tapi, saya yakin, semua akan kerja bagus dan sungguh-sungguh, sesuai posisinya,” tambah pengusaha jasa konstruksi ini.