OLENAS.ID – Berangkat ke Malang dengan kekhawatiran terjadi bentrokan antar suporter, PSS Sleman harus pulang dengan kenyataan getir membawa kekalahan empat gol tanpa balas dari tuan rumah Arema FC.

Kekalahan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Selasa (24/09/2019) itu merupakan rekor terburuk Super Elang Jawa selama mengarungi Liga 1 2019. Sebelumnya tim asuhan Seto Nurdiyantoro itu mengalami kekalahan terbesar 0-3 dari PS Tira Bhayangkara di pekan ke-15.

Seto sendiri, usai pertandingan mengakui kesalahannya memasang pemain. “Ini murni kesalahan saya, mudah-mudahan saya lebih jeli menempatkan pemain ke depan,”ujar Seto.

Dalam laga itu Seto menurunkan tiga pemain baru sekaligus yakni Jefri Kurniawan sebagai bek kanan, Samuel Christianson (bek kiri) dan Antoni Putro Nugroho sebagai penyerang sayap kanan. 

Meski di 20 menit pertama PSS mampu tampil seperti biasanya, tapi setelah terciptanya gol bagi tuan rumah lewat titik penalti, Seto mengakui timnya mengalami guncangan. Pemain di area pertahanan sering kehilangan bola.

Gol pertama bagi Arema tercipta dari tendangan penalti oleh Makan Konate setelah gelandang bertahan PSS, Batata menyentuh bola dengan tangannya di area terlarang.

Memanfaatkan kepanikan lawan, Arema FC berhasil menambah gol di menit ke-31 lewat Ridwan Tawainella. Selang 11 menit setelah gol tendangan penalti Konate, Arema FC berhasil menggandakan keunggulan melalui Ridwan Tawainella.

Gol ketiga di menit 58 dari tandukan kepala Rivaldi Bauwo memanfaatkan umpan. Sedangkan gol keempat dicetak oleh Hanif Syahbandi lewat tendangan keras dari kotak penalti.

Tentang gol keempat itu, pelatih PSS, Seto Nurdiyantoro sempat berkomentar bahwa itu cukup kontroversial. Bola sudah melewati garis atau belum.

“Gol keempat tadi saya masih meragukan sah atau tidak. Sudah terjadi, ya apa boleh lagi. Bisa menjadi evaluasi untuk kompetisi dan perangkat pertandingan soal teknologi garis gawang,” ujar Seto. ***

Artikulli paraprakElang Jawa eSport Gandeng Digi Sport Asia
Artikulli tjetërAlfred Riedl Batal Jadi Pelatih Persebaya